Pramuli Kwarran
Tawangharjo Ikut Meriahkan Kirab Budaya Desa Wisata Tarub
Tawangharjo
Suasana
meriah terlihat di sekitar Balai Desa Tarub Tawangharjo. Ratusan warga Tarub
dan sekitarnya berkumpul untuk menyaksikan kirab budaya dalam rangka Haul Ki
Ageng Tarub. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin tahunan Desa Tarub sebagai
Desa Wisata di Kabupaten Grobogan.
 |
| Pramuli Tawangharjo dalam acara Kirab Budaya didesa wisata Tarub 05/11/2017 |
Selain
kirab budaya masih banyak destinasi dan icon
wisata di Desa Wisata Tarub, seperti wisata religi di Makam Ki Ageng Tarub dan
Makam Bondan Kejawen (Lembu Peteng); Sendang Bidadari; dan wisata buah di Kebun
Belimbing yang banyak tersebar di sebagian besar wilayah desa Tarub.
Kegiatan
yang dilaksanakan pada hari Minggu (05/11/2017) ini turut dihadiri oleh
keluarga besar Keraton Surakarta Hadiningrat dan utusan dari Pemerintah
Kabupaten Grobogan. Selain itu dalam hal keamanan panitia penyelenggara juga berkerjasama
dengan Linmas setempat, keluarga besar paguyupan pencak silat PSHT Terate, dan
juga anggota Pramuli (Pramuka Peduli-red) Kwarran Tawangharjo.
Menariknya,
dalam acara Kirab tahun ini Pramuli Kwarran Tawangharjo tidak hanya membantu
mengamankan kegiatan seperti tahun-tahun sebelumnya, akan tetapi juga ikut
serta dalam memeriahkan pawai, yaitu dengan mempersembahkan berbagai macam
kreasi ketrampilan tangan dan atraksi.
Acara
dimulai kurang lebih pada pukul 13.00 WIB dengan pembukaan oleh Kepala Desa
Tarub, kemudian dilanjutkan dengan sambutan-sambutan yang salah satunya adalah dari
utusan Keraton Surakarta Hadiningrat. Kurang lebih pada pukul 14.00 WIB acara
dilanjutkan dengan pawai/kirab budaya, pawai dimulai dari Balai Desa Tarub dan finish di lapangan sepak bola Desa Tarub. Dalam pawai ini ditampilakan
berbagai macam kreasi budaya, tak lupa pula iringan musik seperti drumband; angklung; dan rebana turut
mengiringi kirab budaya dan gunungan hasil bumi dari Desa Tarub.
Setibanya
di lapangan sepak bola Desa Tarub seluruh masyarakat yang menyaksikan langsung
saling berebut isi gunungan hasil bumi. Suasana ricuh hampir tidak bisa
terelakkan dalam acara ini. Ditambah lagi kondisi lapangan yang licin karena
diguyur hujan gerimis pada siang hari sebelum pawai mengakibatkan banyak warga
yang terpeleset ketika saling berebut isi gunungan. “Alhamdulillah, saya masih kebagian kacang panjang dari gunungan,
meski harus berdesak-desakan dan hampir terpeleset tapi tidak masalah. Insyaallah barokah”, tutur Yusron, salah
seorang warga yang turut berebut isi gunungan saat ditemui di lapangan.
Sesampainya
di komplek Makam Ki Ageng Tarub acara dilanjutkan dengan pembacaan tahlil
bersama dan upacara kenduri, tahlil dipimpin oleh salah seorang utusan dari
Keraton Surakarta Hadiningrat. Dan lagi-lagi suasana ricuh kembali terjadi
ketika pembagian berkat (makanan dalam acara kenduri-red) seusai tahlil
dilaksanakan. Pembagian berkat ini merupakan acara penutup dalam rentetan acara
kirab budaya dalam rangka Haul Ki Ageng Tarub.
“Saya
sangat berterimakasih kepada semua pihak yang mendukung terselenggaranya acara
ini. Insyaallah acara ini akan terus
diselenggarakan sebagai acara tahunan di Desa Tarub sebagai salah satu
destinasi dan icon Desa Tarub sebagai
Desa Wisata. Semoga acara ini dapat memberikan manfaat sekaligus hiburan bagi
seluruh warga Desa Tarub dan sekitarnya, serta turut mengembangkan potensi Desa
Tarub sebagai salah satu Desa Wisata di Kabupaten Grobogan” tutup Ali Maskuri,
Kepala Desa Tarub.
Peliput : Septi Nandi Wibowo
Copyright : Humas Kwarran Tawangharjo