Pramuka

  • UPACARA PEMBUKAAN LCTP

    Upacara Pembukaan lomba LCTP kwartir ranting 11 15 08 Tawangharjo yg di selenggarakan di MA Nuril Huda Tarub. Acara di buka secara Resmi oleh Kak. Mudjiono, S.Pd.MM.selaku ka.kwarran, Upacara di Hadiri semua Ka. Mabigus sekecamatan Tawangharjo, Danramil Tawangharjo dan Kapolsek Tawangharjo.

  • HASIL LCTP KWARAN 11 15 08 TAWANGHARJO

    Hasil Kejuaraan Lomba LCTP Kwartir Ranting 11 15 08 Tawangharjo Tanggal 16 Oktober 2016 Di MA Nuril Huda Tarub.

  • PEMBINAAN DAN PEMBEKALAN CALON PESERTA LOMBA LCT

    Pembinaan dan pembekalan calon peserta lomba LCT Pramuka tingkat kab.Grobogan oleh kak Mudjiono S.Pd.MM di dampingi beberapa andalan ranting Tawangharjo, yang akan di selenggarakan besok hari Minggu tgl 23 Oktober 2016 di SMPN 3 PURWODADI

  • HASIL LCTP DAN LOMBA ADMINISTRASI KWARAN TAWANGHARJO

    Penerimaan trofi dan piala lomba administrasi KWARAN 11.15.08 Tawangharjo di SMP Negeri 3 Purwodadi tanggal 23 Oktober 2016 dimana KWARAN 11.15.08 Tawangharjo meraih Juara 2 abdimashumas dan Juara 1 Binamuda

  • Pramuka Direncanakan Masuk Pelajaran Formal

    Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan pihaknya sedang menggodok rencana memasukan Gerakan Pramuka yang semula sebagai kegiatan tambahan di luar jam sekolah untuk selanjutnya masuk jam pelajaran formal.

Friday, 30 December 2016

TANAMKAN NILAI DARMA PRAMUKA, MA SUNNIYAH SELO ADAKAN PCT DI GEDONG SONGO
PCT MA Sunniyah Selo

Kab. Semarang- Kesibukan tampak menggeliat di Bumi Perkemahan (Buper) Candi Gedong Songo, Ungaran, Semarang, pada Sabtu pagi (24/12). Di sana sedang diadakan perkemahan penerimaan calon tegak (PCT) dari ambalan Ki Ageng Selo dan Nyi Ageng Kunir dari pangkalan MA Sunniyah Selo, Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan. Perkemahan ini dilaksanakan selama 3 hari 2 malam, yaitu pada tanggal 24-26 Desesmber 2016.

PCT ini diadakan sebagai sarana persiapan dan pendidikan bagi adik-adik tamu ambalan untuk menuju ke tingkatan selanjutnya, yaitu anggota ambalan. Sedikitnya ada 65 peserta perkemahan yang masih berstatus sebagai tamu ambalan, sebab mereka masih duduk di bangku kelas X MA Sunniyah Selo. Dari 65 orang tersebut, 10 orang di antaranya adalah siswa laki-laki, sedangkan sisanya adalah siswa perempuan.

Kegiatan yang rutin di adakan setiap tahun oleh Gudep 08.063/08.080 pangkalan MA Sunniyyah Selo, Tawangharjo ini pun mengandung nilai istimewa, sebab diadakan di luar lingkup sekolah. Hal ini dimaksudkan agar para siswa kelas X tidak hanya melakukan kegiatan perkemahan, tetapi sekaligus belajar menikmati dan mensyukuri keindahan alam ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, sebagai salah satu bentuk pengamalan dasa darma yang kedua, yaitu cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.

Saat ditemui oleh Tim Hummas Kwarran Tawangharjo di lokasi perkemahan, Musta’in, Ka Gudep putra MA Sunniyyah Selo, menuturkan jika pelaksanaan kegiatan ini terhitung lancar dan tertib. Meskipun pihaknya tidak menampik jika cuaca pegunungan yang dingin membuat beberapa peserta mengalami gangguan kesehatan, namun hingga kini permasalahan tersebut masih bisa diatasi.

Kegiatan Penjelajahan dan pengenalan candi-candi - MA Sunniyah Selo
“Ya, meskipun ada beberapa orang yang tidak tahan dengan udara dingin di sini, namun kami tetap berharap kegiatan bisa berjalan dengan lancar, sehingga melahirkan insan-insan pramuka yang berkarakter. Karakter yang dimaksud adalah yang sesuai dengan satya dan darma pramuka, mengingat sasaran pendidikan pramuka adalah generasi-generasi muda yang akan menjadi penerus bangsa,” tuturnya.

Pelaksanaan kegiatan PCT di Gedong Songo ini ternyata direspon dengan optimisme dan antusiasme peserta yang seolah tidak terganggu dengan cuaca pegunungan. Seperti yang diungkapkan oleh salah satu peserta PCT, Alfian Hikamul Abid, atau yang akrab disambut dengan Alfian.

“Kegiatan ini tetap menarik walau harus sering bergelut dengan hawa dingin. Di sini kami belajar untuk hidup mandiri, kerjasama, dan disiplin selama 3 hari, namun tetap dikemas dalam acara-acara dan kegiatan yang menarik. Saya harap teman-teman lain juga merasakan hal yang sama, bahkan termotivasi untuk terus berkecimpung di dunia kepramukaan sampai penegak dan menjadi anggota ambalan,” ujarnya mengakhiri sesi wawancara. –SNW, KWK



Peliput             : Septi Nandi Wibowo
Tenulis             : Kharissa Widya Kresna
Gambar           :  Musta'in
Copyright        : Hummas Kwarran Tawangharjo



Share:

Wednesday, 28 December 2016

GELAR PENGEMBARAAN LAKSANA, DEWAN AMBALAN MA NURIL HUDA BERJALAN KAKI SEJAUH 40 KM

Kegiatan pengembaraan Tawangharjo - Bandengan Jepara
MA NURRIL HUDA TARUB
Grobogan-Sedikitnya ada 16 orang Dewan Ambalan MA Nuril Huda Tarub yang mengikuti pengembaraan pada hari Minggu (25/12). Pengembaraan sendiri dilakukan dalam rangka menyelesaikan salah satu Syarat Kecakapan Umum(SKU) dalam penegak laksana. Keenambelas orang dewan ambalan yang mengikuti pengembaraan ini merupakan anggota yang telah menyelesaikan  SKU penegak bantara sebelumnya.

Untuk menyelesaikan SKU, para anggota dewan ambalan diharuskan untuk berjalan kaki sejauh 90 km dari pangkalan mereka di MA Nuril Huda, Tarub, Grobogan, hingga pantai Bandengan, Jepara. Pantai Bandengan dipilih sebagai tujuan akhir pengembaraan karena Jepara merupakan tempat lahir R.A Kartini, pahlawan yang menjadi simbol Ambalan Putri MA Nuril Huda Tarub. Dengan mempertimbangkan hal tersebut, panitia berharap para dewan ambalan bisa lebih mengenal dan meneladani sikap dan perjuangan R.A Kartini.
MA NURRIL HUDA TARUB
Selain untuk menyelesaikan SKU, pengembaraan ini juga bertujuan untuk menanamkan rasa tanggung jawab dan kebersamaan antar anggota dewan ambalan. Saat ditemui di tengah perjalanan, Pembina Pramuka MA Nuril Huda, M. Lutfi Ali, menyatakan jika pihaknya telah menyiapkan tugas-tugas dan game-game yang nantinya akan digunakan untuk membakar semangat para dewan ambalan selama perjalanan.

“Pengembaraan ini bukan soal berjalan kaki sejauh puluhan kilometer saja. Namun kami juga telah menyiapkan tugas-tugas kemasyarakatan seperti membantu penduduk sekitar. Selain itu, kami juga memberikan game-game spontan dan tidak terduga yang bisa membakar semangat mereka,” tuturnya.

Kegiatan Bakti sosial di sekitar pantai Bandengan
MA Nurril Huda Tarub
Permainan yang disiapkan oleh panitia ternyata mendapat respon yang positif dari peserta pengembaraan. Ditemui di lokasi yang sama, salah satu perserta pengembaraan, Choirotus Anifah, menceritakan kesan-kesannya selama mengikuti pengembaraan.

“Kegiatan ini seru, walaupun cukup melelahkan. Tetapi banyak hal istimewa yang kami dapatkan, salah satunya adalah kebersamaan kami dalam menghadapi apapun yang terjadi selama pengembaraan dilakukan,” jelas Anifah. Hal senada juga dilontarkan oleh Nurrochman Mulyana.

“Semangat para peserta pengembaraan inilah yang menjadikan kegiatan pengembaraan ini terasa istimewa. Mereka tetap tersenyum dan bersemangat seolah mereka hanya berjalan biasa (bukan dalam jarak yang jauh.red) tanpa menghiraukan seberapa jauh jarak yang harus mereka tempuh.”

Tidak ada kendala berarti yang terjadi selama pengembaraan dilakukan. Hal ini dikarenakan adanya kerjasama dan dukungan dari para alumni MA Nuril Huda yang juga turut serta dalam pelaksanaan kegiatan pengembaraan ini. Lebih lanjut, pihak pembina MA Nuril Huda Tarub berharap jika kegiatan pengembaraan ini tidak hanya sekedar formalitas dalam menjalankan acara rutin tahunan, melainkan bisa menjadi sarana menanamkan kepribadian yang bertanggungjawab serta disiplin dalam melakukan apapun. – BS

Peliput dan Gambar    : Budi Santoso
Penulis                         : Kharissa Widya Kresna
Copyright                    : Humas Kwarran Tawangharjo 2016
Share:

Monday, 26 December 2016

MENENGOK PERSAMI DI KWARRAN TAWANGHARJO: RASA CINTA PRAMUKA HARUS DITANAMKAN KEPADA SEMUA SISWA

Grobogan-Pada hari Sabtu dan Minggu, 17-18 Desember 2016, ada dua kegiatan Perkemahan Sabtu Minggu (PERSAMI) yang diadakan di wilayah Kwarran Tawangharjo. Kedua kegiatan Persami tersebut diadakan oleh MI 2 Suniyah Selo dan SMP Negeri 1 Tawangharjo. Di saat sebagian besar siswa lain sedang merayakan euforia liburan semester, kedua sekolah ini memilih untuk mengajak siswa-siswanya untuk lebih mengenal dan mencintai dunia pramuka.
Perntas Seni Malam Persami MI 2 Sunniyah Selo

Ada hal yang unik dalam pelaksanaan Persami di kedua sekolah ini. Di MI 2 Suniyah Selo misalnya, sebagai agenda tahunan sekolah, umumnya kegiatan Persami akan diadakan setelah kenaikan kelas, namun kali ini kegiatan ini dilakukan pada akhir semester ganjil. Hal ini diutarakan oleh Aris, Pembina MI 2 Suniyah Selo.

“Biasanya kami akan menggelar acara Persami pada libur kenaikan kelas atau semester genap. Namun kali ini kami laksanakan pada masa libur semester ganjil atas inisiatif dari anak-anak sendiri. Kami cukup bangga dengan semangat dan rasa ingin tahu anak-anak kepada pramuka, sehingga kami memutuskan untuk menyetujui ide anak-anak,” jelasnya. Kegiatan Persami yang dilakukan pun dimeriahkan dengan acara pentas seni (pensi) dari kreatifitas siswa MI 2 Suniyah Selo. Ternyata kegiatan Persami ini cukup menarik antusias dan perhatian warga. Hal ini bisa dilihat dari kedatangan warga untuk menyaksikan pensi yang mereka gelar.
Pentas Seni SMP Negeri 1 Tawangharjo

Berbeda dengan Persami yang diadakan oleh MI 2 Suniyah Selo, Persami yang diadakan oleh pangkalan SMP Negeri 1 Tawangharjo terkesan lebih tenang dan syahdu. Anggota dewan galang bersama adik-adik tingkatnya menyulap halaman kelas menjadi sebuah altar berhiaskan lilin-lilin yang diletakkan mengelilingi halaman. Suasana setelah hujan yang sejuk dan pemadaman listrik menambah kesan syahdu pada Persami mereka. Namun alih-alih menyurutkan minat mereka, suasana dingin dan gelap yang terjadi justru memotivasi mereka untuk membuat acara menjadi lebih menarik dari biasanya.

Kumarlin, Pembina Pramuka SMP Negeri 1 Tawangharjo, menyatakan jika antusiasme anak didiknya dalam mengikuti kegiatan Persami ini cukup tinggi.

“Kami sengaja membuat kegiatan ini untuk menumbuhkan rasa kekeluargaan dalam diri mereka. Sehingga mereka bisa lebih percaya diri dan berani untuk menunjukkan potensinya. Selain itu, kami ingin agar mereka menjadi generasi yang lebih disiplin, sehingga liburan mereka lebih bermakna daripada sekedar pergi jalan-jalan,” jelasnya kepada Tim Support Humas Kwarran Tawangharjo saat ditemui di lokasi kegiatan.

Hal senada diungkapkan pula oleh Wildan Akbar Alfiansyah, atau yang akrab disapa Wildan, Pratama Pa Pangkalan SMP Negeri 1 Tawangharjo. Menurutnya, selain dalam rangka pelaksanaan serah terima jabatan Dewan Galang, Persami ini bertujuan untuk memanfaatkan waktu liburan. Dengan begitu harapannya adik-adik tingkat bisa melanjutkan semangat serta rasa cinta kepada pramuka, sehingga bisa meneruskan kegiatan yang Dewan Galang sebelumnya.

“Rasanya berat untuk vakum dari kegiatan pramuka, namun karena di awal semester genap nanti kami (Dewan Galang kelas 9-red) sudah akan disibukkan dengan persiapan ujian, maka kami berharap adik-adik bisa meneruskan kegiatan ini,” tutupnya. –ES, KWK


Peliput                                    : Esti Saroh
Naskah dan Penyunting     : Kharissa Widya Kresna
Dokumentasi                        : Budi Santoso

Copyright                              : Humas Kwarran Tawangharjo 2016.
Share:

Tuesday, 20 December 2016

Turut Beri Dukungan, Andalan Ranting Kwarran Tawangharjo Sambangi Peserta Kemah Kebangsaan dan Gladi Widya Cabang 2016

Grobogan-Sejak Senin pagi (19/12) Desa Tambirejo Kecamatan Toroh Kabupaten Grobogan tampak mulai dipadati oleh siswa-siswi SMA dan sederajat yang akan mengikuti Kemah Kebangsaan dan Gladi Widya Cabang 2016. Kegiatan yang dilaksanakan oleh Kwarcab Grobogan ini dilaksanakan selama tiga hari, terhitung sejak Senin, 19 Desember 2016 hingga Rabu, 21 Desember 2016. Acara ini terhitung cukup besar, sebab diikuti oleh sedikitnya 27 kontingen yang datang dari seluruh wilayah di Kabupaten Grobogan.

Dari 27 kontingen yang berpartisipasi dalam acara, Kwarran Tawangharjo mengirimkan 3 perwakilannya untuk turut meramaikan kegiatan. Ketiga tim tersebut berasal dari Pangkalan Ponpes Al-Hidayah, MA Nuril Huda Tarub, dan MA Sunniyah Selo. Hasilnya tidak bisa dibilang mengecewakan. Dalam laga Pramuka Pintar, misalnya, Ponpes Al-Hidayah berhasil menyabet posisi pertama untuk golongan penegak Pa. Seolah tidak mau kalah, MA Nuril Huda Tarub turut menyumbangkan posisi pertama dan kedua untuk cabang yang sama.
Kontingen Kec.Tawangharjo

Setelah mendengar kabar tersebut, Andalan Kwarrtir Ranting 11 15 08 Tawangharjo segera meluncur ke lokasi kegiatan untuk memberikan apresiasi atas keberhasilan sekaligus memberikan dukungan kepada para peserta perwakilan dari Kwarran Tawangharjo, agar tetap mempertahankan semangatnya hingga kemah kebangsaan dan gladi widya cabang 2016 berakhir. Mereka berharap Kwarran Tawangharjo terus berusaha secara maksimal untuk acara ini.

“Kami sangat mengapresiasi keberhasilan adik-adik dari Kwarran Tawangharjo. Mereka sudah membawa nama baik Kwarran Tawangharjo, sehingga mereka layak untuk terus diberi penghargaan. Harapan kami, mereka bisa terus mengusahakan yang terbaik hingga acara selesai. Kalaupun ada gelar juara yang diraih, itu bonus untuk kerja keras mereka,” tutur Wibisono (Waka bidang Abdimas Humas), salah satu perwakilan Andalan Ranting  Kwarran Tawangharjo.



Ditemui di lokasi homestay, Muhammad Lutfi Ali, pembina pramuka pangkalan MA Nuril Huda Tarub menyatakan jika hingga pada Selasa siang (20/12) berjalan dengan lancar. Meskipun ada beberapa kendala yang terjadi saat melakukan kegiatan penjelajahan, namun hal itu bisa segera di atasi.

“Hingga hari ini acara berlangsung dengan lancar, dan adik-adik peserta melakukannya dengan baik. Meski sempat terkendala hujan dan menyebabkan miskomunikasi sehingga kami (kontingen MA Nuril Huda-red) melewatkan  pos semaphore saat penjelajahan, namun permasalahan ini bisa diselesaikan secara fair setelah berkonsultasi dengan pihak panitia. Kami tidak terancam didiskualifikasi, sebab panitia terbuka dan mau menerima penjelasan yang kami utarakan,” jelasnya. Lebih lanjut, dirinya menuturkan bahwa semangat dan antusiasme adik-adik peserta masih sangat tinggi meskipun kegiatan mereka sempat diwarnai dengan hujan deras selama semalaman.

Hal senada dilontarkan oleh salah seorang peserta kegiatan penjelajahan dari kontingan MA Sunniyah Selo. Dirinya menuturkan bahwa kegiatan yang dilakukan cukup menantang dan menyenangkan, terutama saat kegiatan penjelajahan.


“Selama penjelajahan kami dituntut untuk tetap melakukan apa yang perlu dilakukan, tidak peduli jika harus kotor karena berkutat dengan lumpur dan tanah. Kami semua diajarkan pengalaman yang baru, tidak hanya oleh kepramukaan tetapi juga oleh pihak-pihak yang terlibat. Misalnya pada penjelajahan ini, Meskipun pulang dengan seragam yang penuh lumpur karena dijahili oleh kakak-kakak dari TNI Grobogan, kami senang karena kegiatan ini ternyata cukup menantang dan tidak seseram yang dibayangkan,” pungkasnya. -KWK


Peliput             : Kharissa Widya Kresna
Dokumentasi   : Budi Santoso
Copyright        : Humas Kwarran Tawangharjo

Share:

Thursday, 1 December 2016

BERKOMPETISI DI LCTP, DEMAK BORONG GELAR JUARA.

PELAKSANAAN LCT PRAMUKA
Demak- Tepat pada hari Sabtu, 26 November 2016, Lomba Cepat Tepat Pramuka (LCTP) Binwil Semarang secara resmi dibuka. Kegiatan LTCP dilaksanakan di SMK Negeri 2 Demak, dan dimulai tepat pada pukul 08.00 WIB. Sedikitnya ada 6 Kwarcab yang turut meramaikan LCTP ini, yaitu: Salatiga, Kendal, Kota Semarang, Kab. Semarang, Demak dan Grobogan. Perlombaan yang diadakan pun sangat beragam, mulai dari lomba untuk Tingkat Siaga, Penggalang dan hingga tingkat Penegak.
Sistem perlombaan diawali dengan pengundian peserta, dilanjutkan babak pertanyaan wajib, lemparan dan rebutan, sebelum akhirnya pemenang dengan skor tertinggi akan maju ke babak Final. Masing-masing babak berisi sepuluh pertanyaan yang harus dijawab oleh para peserta lomba. Pertanyaan-pertanyaan tersebut merupakan gabungan dari soal-soal yang telah dikirimkan oleh keenam Kwarcab.
Menurut keterangan A’mal, ketua Panitia LCTP, seluruh Kwarcab akan diberi Plakat sebagai kenang-kenangan atas keikutsertaanya dalam LCTP. Lebih lanjut, A’mal menyampaikan jika dengan diadakannya LCTP ini pihaknya ingin memberdayakan Sumber Daya Manusia (SDM) terutama di bidang Kepramukaan.
“Kami hanya ingin memberdayakan Sumber Daya Manusia (SDM) terbaik dari seluruh Kwarcab sehingga mampu menjadi pioner untuk dunia Kepramukaan. Harapannya kegiatan seperti ini akan selalu ada, sehingga para bibit-bibit baru yang cinta pada Pramuka bisa menemukan wadah untuk mengasah kemampuannya dalam berkompetisi sekaligus bersosialisasi dengan lingkungan di luar lingkungannya sehari-hari,” tuturnya saat dimintai keterangan oleh Team Support Kwarran Tawangharjo.
Antusiasme peserta membuat perlombaaan dalam LCTP berlangsung seru, terutama di pertandingan  terakhir Tingkat Penegak Putri. Dalam perlombaan ini, terjadi kejar mengejar point antara Penegak Putri perwakilan Kwarcab Demak dan Kwarcab Grobogan. Hasil pertandingan tersebut dimenangkan oleh Kwarcab Demak, sehingga secara otomatis menempatkan Kwarcab Grobogan di tempat kedua. Selisih point atara kedua tim cukup telak, yaitu empat ratus point. Namun, bagi sebagian peserta, ada hal yang jauh lebih berharga untuk dipelajari walaupun tidak mendapatkan juara. Suasana haru pun mulai terasa ketika di akhir lomba ada beberapa peseta yang menangis haru atas perjuangan yang telah dilalui dan apa yang telah mereka raih.
Hasil akhir LCTP secara keseluruhan menunjuk Kwarcab Demak sebagai juara, dengan perolehan Juara Satu baik Tingkat Siaga, Penggalang dan Penegak baik putra maupun putri. Menurut beberapa pendamping dari Kwarcab Demak, persiapan sudah dilakukan jauh-jauh hari sebelum hari H. Bahkan, ada salah satu sekolah yang secara khusus mengkarantina perwakilan mereka selama satu minggu untuk menghadapi lomba tersebut. Hasil pun tidak mengkhianati usaha. Pada hari perlombaan, hampir semua pertanyaan dapat dijawab dengan mudah dan mendapatkan nilai nyaris sempurna.
Sedangkan untuk Kwarcab Grobogan sendiri berhasil meraih Juara Dua Tingkat Penegak baik putra maupun putri dan Juara Tiga Tingkat Penggalang Putra. Menurut salah satu peserta dari Grobogan, Latifatul, persiapan sudah dilakukan walaupun masih kurang optimal.
TEAM SUPPORT TAWANGHARJO
“Saya berusaha memberikan yang terbaik sehingga bisa mendapatkan yang terbaik pula. Meskipun saya pribadi merasa jika persiapan yang kami lakukan masih sediki kurang maksimal,” tuturnya sebelum pertandingan. Terlepas dari hasil perlombaan, kekompakan dan support yang diberikan kepada para peserta dari Kwarcab Grobogan juga menarik perhatian dalam lomba tersebut. Salah satu anggota Team Support Kwarran Tawangharjo, Budi Santoso, menuturkan bahwa Team Support sengaja datang untuk memberikan semangat kepada para peserta lomba.
“Kami hanya ingin menunjukkan jika kami selalu memberikan dukungan yang terbaik yang kami bisa. Kami berharap dengan kehadiran team support dari Kwarran Tawangharjo ini bisa menambah semangat para peserta perwakilan dari Kwarcab Grobogan,” jelasnya. – SNW, KWK
  

Peliput             : Septi Nandi Wibowo
Editor              : Kharissa Widya Kresna
Dokumentasi   : Estisa
Copyright        : Humas Kwarran Tawangharjo

Share:

Tuesday, 29 November 2016


SELENGGARAKAN KMD GRATIS, PULUHAN PEMBINA PRAMUKA DIBEKALI PENGETAHUAN KEPRAMUKAAN

Kegiatan Materi Indoor

Grobogan- Dinas Pendidikan Kabupaten Grobogan bersama dengan Kwarrtir Cabang (Kwarcab) Grobogan mengadakan kegiatan Kursus Mahir Dasar (KMD) untuk pembina pramuka di Candisari, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan. Kursus Mahir Dasar Pembina Pramuka 2016 dilaksanakan selama 5 hari, terhitung mulai 22 November hingga 26 November 2016. Acara KMD 2016 ini diikuti oleh sedikitnya 82 peserta dari seluruh Kabupaten Grobogan. Selain pemberian materi secara teoritis, kegiatan KMD juga melatih para pembina pramuka melalui praktek lapangan di bawah pengarahan tim Kwarcab Grobogan.

Saat ditemui di lokasi KMD pada hari Kamis (24/11), Pinsus KMD 2016, Siswanto, menyatakan jika kegiatan KMD Pembina Pramuka 2016 dilaksanakan dengan tujuan dan anggaran yang jelas. Kegiatan ini dimaksudkan untuk membekali para pembina pembina pramuka dengan keterampilan dasar-keterampilan dasar pramuka untuk nantinya bisa diterapkan di pangkalan masing-masing. Peserta KMD pun telah ditentukan oleh Dinas Pendidikan. Lebih lanjut, tuturnya, anggaran pelaksanaan kegiatan KMD saat ini ditopang sepenuhnya oleh Dinas Pendidikan, sehingga para peserta dapat mengikuti KMD secara gratis.

“Kami, seluruh panitia baik dari Dinas Pendidikan maupun dari Kwarcab, menaruh harapan yang sangat besar kepada para pembina pramuka agar mampu memberikan kegiatan ekstrakurikuler pramuka di pangkalan masing-masing yang menyenangkan namun tetap sarat dengan pengetahuan. Dengan begitu, karakter penerus bangsa bisa mendapatkan wadah yang tepat untuk berkembang.” Tutur Siswanto, saat ditemui oleh Humas Kwarran Tawangharjo.

Selain gratis tanpa dipungut biaya sepeser pun, hal lain yang istimewa dari pelaksanaan KMD 2016 adalah adanya kegiatan praktek kepramukaan yang lengkap, mulai dari jenjang Siaga, Penggalang, dan Penegak. Hal ini merupakan tindak lanjut sekaligus penyeimbang materi-materi teori dasar kepramukaan yang telah disampaikan sebelumnya. Salah seorang peserta KMD 2016 dari Pangkalan SMP 1 Pulokulon, Murtini, menyatakan antusiasnya dalam mengikuti kegiatan KMD 2016.

“Saya senang dengan diadakannya kegiatan KMD ini. Bahkan meskipun saya tidak ditunjuk oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Grobogan untuk mengikutinya, saya tetap mendaftar dengan kesadaran saya sendiri. Sebab kegiatan KMD ini merupakan kesempatan yang baik untuk mengembangkan diri, sehingga bisa menciptakan lahan pengembangan diri untuk siswa-siswa nantinya.”

Latihan Upacara Bendera
Pemilihan peserta untuk kalangan guru SMP, SMA, atau SMK pada kegiatan KMD tahun ini memang sepenuhnya dipilih berdasarkan pertimbangan Dinas Pendidikan Kabupaten Grobogan, dengan sistem penunjukkan dan rekomendasi. Sedangkan untuk kalangan guru SD, Dinas Pendidikan dan Kwarcab Grobogan menyerahkan kewenangan penunjukkan peserta sepenuhnya berada di bawah koordinasi Kwartir Ranting masing-masing, dengan kuota 2 orang perwakilan per Kwarran. Pelaksanaan KMD pun dinilai cukup tertib dan disiplin.

“Setelah pelaksanaan KMD 2016 ini, kami berharap kebiasaan disiplin yang telah diterapkan selama 5 hari ini dapat dibawa pulang dan ditularkan kepada seluruh warga pangkalannya masing-masing. Sehingga pendidikan karakter bangsa bisa turut diterapkan dalam upaya membentuk jati diri siswa dan seluruh warga yang ada di pangkalan tersebut.” Tutup Siswanto mengakhiri wawancara. – KWK

Pewawancara  : Siti Nurchayati.
Penulis             : Kharissa Widya Kresna
Gambar           : Budi Santoso
Copyright        : Humas Kwarran Tawangharjo


Share:

Sunday, 20 November 2016

Tanamkan Cinta Alam, SMK Ma'arif NU Wirosari Adakan PCT di Wana Wisata Widuri


PCT Pangkalan SMK Ma'arif NU Wirosari
Grobogan- Hari Minggu (16/11), Wana Wisata Widuri Tawangharjo dipadati oleh anggota pramuka yang berasal dari pangkalan SMK Ma’arif NU Wirosari, Mereka sedang melangsungkan kegiatan Penerimaan Calon Tegak (PCT), acara rutin untuk menyambut sekaligus melantik anggota pramuka di pangkalan tersebut. Kegiatan ini diikuti oleh sedikitnya 57 siswa kelas X SMK Ma’arif NU Wirosari, dan dilakukan dari pukul 08.00 – 15.00 WIB.

Saat ditemui di lokasi kegiatan, Adi Nuryanto, selaku pembina putra pangkalan SMK Ma’arif NU Wirosari, menyatakan bahwa kegiatan yang diadakan selama satu hari ini adalah kegiatan yang kedua yang dilakukan di Wana Wisata Widuri.

“Ini merupakan kegiatan yang ke dua kalinya yang kami laksanakan di lokasi ini, sebelumnya kegiatan PCT selalu dilaksanakan di TPK terdekat.” Tuturnya.

Dibandingkan kegiatan tahun lalu, ada sedikit perbedaan dalam pelaksanaan kegiatan ini, terutama jika mengingat kegiatan PCT yang diadakan oleh sekolah biasanya dilaksanakan di lingkungan sekolah. Namun kali ini, pangkalan SMK Ma’arif NU Wirosari memilih untuk melaksanakannya di lingkungan luar sekolah dengan tujuan agar adik-adik pramuka tidak hanya fokus pada kegiatan pramuka saja namun juga bisa lebih mengenal alam. Lebih lanjut, melalui kegiatan ini,para peserta  diharapkan bisa lebih peduli dalam kegiatan pelestarian lingkungan.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan kegiatan lintas alam. Para peserta diwajibkan berjalan kaki dari dusun Sodo, Tegalrejo, kecamatan Wirosari sampai lokasi kegiatan selanjutnya, yaitu Wana Wisata Widuri, Tawangharjo. Perjalanan ini memakan waktu selama kurang lebih 2 jam perjalanan. Sesampainya di lokasi wana wisata kegiatan dilanjutkan dengan menuruni tebing (Rapling) yang terdapat di sekitar Air Terjun Widuri di lokasi wana wisata tersebut. Kegiatan lintas alam dan  rapling dimaksudkan untuk melatih kemampuan fisik dan adrenalin adik-adik yang merupakan salah satu unsur healthy (kesehatan) dalam Prinsip Dasar Kepramukaan dan  Metode Kepramukaan.  Rangkaian kegiatan ini ternyata mendapatkan respon yang positif dari para peserta.


Rapling Peserta

‘’Kegiatan ini sangat seru, meskipun capek tapi bisa terobati dengan rasa kebersamaan.” tutur Santi Nur Khumaidah, salah satu peserta kegiatan PCT ini. Dengan dilaksanakannya kegiatan ini pihak pangkalan mengharapkan adik-adik anggota Gerakan Pramuka bisa lebih berbaur dengan lingkungan yang ada di sekitarnya, baik dengan alam maupun dengan masyarakat sekitar. Selain itu, pihak sekolah juga menaruh harapan besar agar kegiatan yang memiliki tujuan positif ini nantinya bisa tetap terlaksana dengan rutin setiap tahunnya serta juga bisa menjadi inspirasi bagi anggota Gerakan Pramuka lainnya untuk bisa melaksanakan kegiatan semacam ini demi mewujudkan Pramuka yang bermasyarakat sesuai dengan Satya dan Darma Pramuka. – SNW

Peliput: Septi Nandi Wibowo
Editor: Kharissa Widya Kresna
Gambar: Budi Santoso
Copyright:Humas Kwarran Tawangharjo
Share:

Friday, 18 November 2016

PRAMUKA PEDULI KWARRAN TAWANGHARJO IKUT TURUN TANGAN TERTIBKAN HAUL KI AGENG TARUB



Grobogan- Balai Desa Tarub, Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan, sejak pagi telah dipadati oleh warga Desa Tarub yang ingin menyaksikan pagelaran Wayang dan Kirab Gunungan yang dilaksanakan pada hari Rabu (16/11). Acara ini merupakan titik puncak dari serangkaian acara Haul Ki Ageng Tarub 2016. Acara Haul yang diselenggarakan secara rutin setiap tahunnya ini bertujuan untuk mengenang dan menghormati Ki Ageng Tarub, leluhur Desa Tarub yang terkenal dengan legenda Kisah 7 Bidadarinya. Selain itu, acara ini juga merupakan ikon budaya Desa Tarub yang telah diresmikan sebagai Desa Wisata pada 24 Oktober 2016 lalu.

Gegap gempita perayaan Haul Ki Ageng Tarub sudah terasa sejak hari sehari sebelumnya. Rangkaian acara Haul dimulai dengan Khataman Al-Quran dan Pengajian Akbar pada hari Selasa, 15 November 2016, dan dilanjutkan dengan acara pagelaran wayang dan kirab gunungan pada keesokan harinya. Acara Haul Ki Ageng Tarub juga dihadiri oleh tamu-tamu penting, diantaranya adalah Pangageng Sasana Wilopo Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, FKPD Kabupaten Grobogan, MUSPIKA Tawangharjo, serta terbuka untuk seluruh elemen masyarakat.

Kepala Desa Tarub, Ali Maskuri, menjelaskan bahwa pihaknya berusaha melestarikan budaya yang telah lama melekat di Desa Tarub dengan menyelenggarakan Haul Ki Ageng Tarub secara rutin. Lebih lnjut, tuturnya, acara Haul Ki Ageng Tarub juga merupakan sarana untuk memberikan edukasi kepada para siswa yang tinggal dan menuntut ilmu di sekitar Desa Tarub.

“Acara ini terbuka untuk umum, artinya seluruh elemen masyarakat dari mana pun bisa turut bergabung dan menyaksikan. Bahkan siswa-siswa yang berada di sekitar desa ini juga diajak untuk turut serta sebagai pengamat budaya, sehingga bisa melestarikannya kelak jika mereka dewasa.” ujarnya saat ditemui oleh tim Humas Kwarran Tawangharjo di sela-sela acara.

Sebagaimana penuturan Kepala Desa Tarub, perhelatan akbar dalam rangka Haul Ki Ageng Tarub terbuka untuk umum dan menyedot banyak perhatian warga. Antusiasme warga dalam acara Haul ini terbilang cukup tinggi, terbukti dengan banyaknya warga yang telah memadati Balai Desa Tarub, Lapangan Desa Tarub, dan Makam Ki Ageng Tarub yang dijadikan sebagai titik keramaian. Warga telah bersiap untuk memperebutkan isi gunungan yang akan dikirab (diarak-red) dari Balai Desa Tarub menuju ke Lapangan Desa Tarub dan Makam Ki Ageng Tarub. Tidak hanya warga sekitar Desa Tarub saja, namun peziarah-peziarah yang datang dari luar daerah Grobogan juga tampak ikut memadati kerumunan warga.

“Kami sudah menunggu kirab gunungan untuk ngraup berkah (mengambil berkah) dari isi gunungan. Beberapa rombongan peziarah dari Pati, Demak, Kudus dan sekitarnya juga sudah datang silih berganti sejak hari Minggu (13/11)” tutur Rasmi, salah seorang warga Desa Tarub yang ikut menunggu kirab gunungan bersama kerumunan warga di sekitar Lapangan Desa Tarub.

Untuk mengamankan jalannya acara dan kirab gunungan, Pemerintah Desa Tarub bekerja sama dengan pihak Kepolisian dan Pramuka Peduli Kwarran Tawangharjo. Hal ini bisa dilihat selama acara berlangsung. Beberapa anggota Pramuka Peduli tampak berlalu lalang mengatur keramaian dan berkoordinasi dengan beberapa pihak demi kelancaran acara.

Pukul 14.40 WIB, rombongan kirab budaya mulai memasuki Lapangan Desa Tarub untuk melakukan ruwat gunungan atau yang biasa disebut dengan Wilujengan. Rombongan terdiri dari satu regu Marching Band MTS Nuril Huda Tarub, disusul oleh para Pangangeng Sasana Wilopo Kraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat serta para pemanggul gunungan, dan ditutup oleh para tamu undangan. Sedikitnya ada dua buah gunungan yang akan diperebutkan oleh warga. Ketika gunungan mulai memasuki lapangan ruwatan, para anggota Pramuka Peduli dengan sigap memposisikan diri sebagai pagar betis guna mencegah warga memperebutkan isi gunungan sebelum diruwat.



Warga yang tidak sabar segera menarik gunungan bahkan sebelum gunungan memasuki lapangan. Hal ini sontak memicu keramaian warga yang lain, sehingga keadaan menjadi sedikit sulit untuk dikendalikan. Melihat hal ini, para anggota Pramuka Peduli dan Kepolisian Sektor Tawangharjo bahu-membahu menertibkan warga yang saling dorong dan berdesakkan untuk mendapatkan isi gunungan. Beruntung kericuhan dapat segera diredam sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Hal ini kami lakukan untuk memperat hubungan dengan masyarakat, juga untuk menunjukkan pada warga jika kepramukaan siap membantu dalam kondisi apapun,” tutur koordinator Pramuka Peduli, Budi Santoso. “Pramuka Peduli tidak hanya sekedar membantu mereka yang terkena bencana. Memastikan acara masyarakat berjalan dengan tertib dan aman juga merupakan sebagian dari tugas kami.” pungkasnya. -KWK


Peliput: Kharissa Widya Kresna
Share:

Sunday, 23 October 2016

HASIL LCTP DAN LOMBA ADMINISTRASI KWARAN TAWANGHARJO

Hasil Kejuaraan Lomba Administrasi dan Lomba LCTP Kwarran Tawangharjo di Tingkat Kab. Grobogan.di tahun ini sangat membanggakan.

Lomba Administrasi Kwarran.
  1. Bidang Bina Muda meraih Juara 1
  2. Bidang Abdimas Humas. meraih Juara 2
  3. Bidang Ku Sarpra meraih Juara 3
  4. DKR Tawangharjo meraih Juara 3
  5. Administrasi Gudep meraih Kategori 10 Besar (SMP 3 Satu Atap Tawangharjo)


Lomba LCT Pramuka
  1. Siaga Pa dan Siaga Pi Masuk Kategori 10 Besar
  2. Penggalang Pa meraih Juara 1 (MTs Pa Sunniyah Selo)
  3. Penggalang Pi meraih Juara 1 (MTs Nuril Huda Tarub)
  4. Penegak Pa meraih Juara 1 (PONPES Al Hidayah Selo)
  5. Penegak Pi meraih Juara 1 (MA Sunniyah Selo)


Kontingen KWARRAN Tawangharjo bergaya dengan Piala yang diraih

dimana juara 1 berhak mewakili Kabu[aten Grobogan ke tingkat Binwil yang rencananya akan di selenggarakan di Kabupaten Demak pada akhir November 2016
Penyerahan Piala oleh Kak Icek Baskoro kepada Kak Wibisono

Penyerahan Piagam oleh Kak Icek Baskoro kepada Kak Harto

Kakak-kakak dari KWARAN Tawangharjo

Perwakilan dari KWARAN Tawangharjo

Share:

Saturday, 22 October 2016

PEMBINAAN DAN PEMBEKALAN CALON PESERTA LOMBA LCT

Pembinaan dan pembekalan calon peserta lomba LCT Pramuka tingkat kab.Grobogan oleh kak Mudjiono S.Pd.MM di dampingi beberapa andalan ranting Tawangharjo, yg akan di selenggarakan besok hari Minggu tgl 23 Oktober 2016 di SMPN 3 PURWODADI.
dan sekolah yg mewakili yaitu :

Siaga Putra

- SD NEGERI 2 TARUB 

Siaga Putri 

- MI Sunniyyah 1 Selo 

Penggalang Putra

- MTs Pa Sunniyyah Selo.

Penggalang Putri 

- MTs Nuril Huda Tarub 

Penegak Putra

- Ponpes Al Hidayah Selo 

Penegak Putri 

- MA Sunniyyah Selo.


Kak Mudjiono, S.Pd.M.M.

Foto Bersama Para Peserta LCT



Menyanyikan Lagu Penambah Semangat


Semangat adik- adik
Semoga mendapatkan hasil yg memuaskan
Share:

HASIL LCTP KWARAN TAWANGHARJO

Hasil Kejuaraan Lomba LCTP Kwartir Ranting 11 15 08 Tawangharjo Tanggal 16 Oktober 2016 Di MA Nuril Huda Tarub.

· Siaga Putra.


1. Juara 1 SD NEGERI 2 TARUB

2. Juara 2 SD NEGERI 1 Tawangharjo

3. Juara 3 MI Sunniyyah 1 Selo

· Siaga Putri


1. Juara 1 MI Sunniyyah 1 Selo

2. Juara 2 SD NEGERI 3 Tawangharjo

3. Juara 3 MI SUNNIYYAH 2 SELO

· Penggalang Putra.


1. Juara 1 MTs Pa Sunniyyah Selo

2. Juara 2 Ponpes Al Hidayah Selo

3. Juara 3 SMP N 1 Tawangharjo

· Penggalang Putri


1. Juara 1 MTs Nuril Huda Tarub

2. Juara 2 SMP N 1Tawangharjo

3. Juara 3 MTs Pi Sunniyyah

· Penegak Putra.


1. Juara 1 Ponpes Al Hidayah Selo

2. Juara 2 MA Nuril Huda Tarub

3. Juara 3 MA Sunniyyah Selo

· Penegak Putri


1. Juara 1 MA Sunniyyah Selo.






Tahun ini Tawangharjo sangat meriah banyak juara-juara baru bermunculan.



Semangat Pramuka Tawangharjo.
Share:

UPACARA PEMBUKAAN LCTP

Upacara Pembukaan lomba LCTP kwartir ranting 11 15 08 Tawangharjo yg di selenggarakan di MA Nuril Huda Tarub.
Acara di buka secara Resmi oleh Kak. Mudjiono, S.Pd.MM.selaku ka.kwarran, Upacara di Hadiri semua Ka. Mabigus sekecamatan Tawangharjo, Danramil Tawangharjo dan Kapolsek Tawangharjo.

Lomba ini di ikuti 300 peserta terdiri:

  1. Tingkat Siaga 35 pangkalan
  2. Tingkat Penggalang 8 Pangkalan
  3. Tingkat Penegak 2 pangkalan



Kak. Mudjiono, S.Pd.MM. ka.kwarran Tawangharjo

Petugas Upacara Pembukaan

Kakak-kakak pendamping peserta LCTP

Para Peserta LCTP
Share:

Saturday, 17 September 2016

PRAMUKA DIRENCANAKAN MASUK PELAJARAN FORMAL

Para Juara LCTP Kabupaten Grobogan beserta KWARCAB GROBOGAN

JAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan pihaknya sedang menggodok rencana memasukan Gerakan Pramuka yang semula sebagai kegiatan tambahan di luar jam sekolah untuk selanjutnya masuk jam pelajaran formal. "Kami godok mulai dari naskah akademik, kurikulumnya, termasuk bagaimana nanti percontohan dari Pramuka masuk kokurikuler (jam pelajaran formal)," kata Muhadjir usai melantik Pengurus Majelis Pembimbing dan Pimpinan Satuan Karya Pramuka Widya Budaya Bakti di Jakarta, Kamis (16/9/2016).

Menurut dia, Gerakan Pramuka memiliki kedudukan strategis untuk memperkuat pendidikan karakter bagi anak bangsa. Pramuka mengajarkan kecakapan kepanduan dan kecakapan hidup. Kecakapan kepanduan membuat anak mampu untuk percaya diri, mandiri, fleksibel dan tahan banting dengan berbagai tantangan. Sementara kecakapan hidup dari Pramuka dapat menjadi modal keterampilan generasi untuk mengembangkan diri di tengah masyarakat. Masuknya pendidikan berbasis karakter sesuai Pramuka, lanjut dia, melengkapi materi pendidikan saat ini yang banyak berorientasi pada pengetahuan. "Satu hal yang terpenting dalam pendidikan adalah menjadikan anak didik memiliki sikap atau karakter yang baik sesuai dengan nilai-nilai budaya bangsa," imbuhnya. Di era globalisasi, terdapat banyak tantangan bagi bangsa seperti gempuran budaya Barat dan kemajuan teknologi yang pesat. Dua hal ini memiliki sisi positif namun sekaligus ada sisi negatifnya bagi anak. Untuk menekan dampak negatif tersebut diperlukan bentang pertahanan anak yaitu karakter baik yang kuat. Kegiatan dari Gerakan Pramuka tersebut ditanamkan dari pendidikan tingkat dasar hingga perguruan tinggi. "Kegiatan Pramuka dapat membentuk kepribadian dan watak berakhlak mulia, mandiri, peduli, cinta Tanah Air dan memiliki kecakapan hidup, serta memiliki budi pekerti luhur dan berkepribadian bangsa Indonesia," ujarnya. Dengan masuknya Pramuka ke jam ajar formal, maka kegiatan kepanduan tersebut akan wajib diikuti oleh peserta didik. Sejauh ini, Gerakan Pramuka sekedar menjadi kegiatan ekstrakurikuler sehingga peserta didik boleh memilih atau tidak kegiatan kepanduan ini.

SUMBER : okezone.com
Share:

Thursday, 30 June 2016

PERKUAT GERAKAN PRAMUKA SEBAGAI WADAH PEMBENTUKAN KARAKTER BANGSA

Negara Indonesia adalah negara kepulauan, dan bangsa Indonesia terbentuk dari ratusan suku bangsa dengan bahasa, adat istiadat, kepercayaan dan agama yang berbeda. Negara dan bangsa yang seperti ini hanya dapat dipertahankan, jika seluruh masyarakat Indonesia bersatu mempertahankan persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tekad seperti ini harus ditanamkan sejak usia muda.salah satu wadah yang dapat menguatkan mental nasionalisme adalah gerakan pramuka
Semua kegiatan yang adakan oleh gerakan Pramuka memiliki unsur kepemimpinan, kerjasama, ketrampilan, kompetisi, dan kepedulian baik pada Sang Pencipta, pada sesama maupun pada alam dan lingkungan, Unsur-unsur ini menyatu dan berkesinambungan untuk membentuk karakter generasi bangsa Indonesia yang mempunyai mental nasionalisme tinggi. Oleh karena itu, yang merupakan tugas Gerakan Pramuka saat ini adalah menjadi dambaan semua pihak agar Gerakan Pramuka dapat menggalang sikap dan semangat persaudaraan dan persahabatan diantara sesama anggota Pramuka, sebagai bekal memupuk jiwa dan semangat persatuan dan kesatuan bangsa dan negara seperti yang telah tertuang dalam visi Gerakan Pramuka yakni “Gerakan Pramuka sebagai wadah pilihan utama dan solusi handal masalah-masalah kaum”.
Untuk mencapai tujuan tersebut, Gerakan Pramuka sebagai wadah pembentukan karakter generasi bangsa terus mengembangkan berbagai langkah-langkah strategis dan kegiatan kepramukaan yang dapat membangun keharmonisan, kerukunan dan kesetiakawanan bahkan kasih sayang diantara sesama kaum muda. Langkah strategis yang dapat di kembangkan antara lain :
  1. Memantapkan Sistem Among sebagai landasan Metode Kepramukaan.
  2. Mengembangkan permainan edukatif, yang rekreatif, menantang, menarik dan bermanfaat sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan kaum muda serta kebutuhan masyarakat.
  3. Mengembangkan model-model permainan serta mensosialisasikan permainan tersebut di dalam media cetak dan media elektronik.
  4. Menjadikan Bumi Perkemahan sebagai kampus Gerakan Pramuka.
Apabila langkah-langkah strategis yang diuraikan diatas diterapkan dalam Mengupayakan Gerakan pramuka sebagai ujung tombak organisasi yang dapat berfungsi sebagai wadah pembentukan karakter generasi bangsa, maka yang kita harapkan dapat terwujud. Selain langkah strategis tersebut hal lain yang dapat dilakukan dalam kepramukaan adalah Kecermatan dalam memilih materi pendidikan yang tepat dan penerapan Metode Kepramukaan yang akurat,hal tersebut menjadi kunci penting dalam menjamin tercapainya tujuan pendidikan kepramukaan yang berdampak positif terhadap peningkatan semangat bela negara, patriot pembangunan, dan perekat bangsa bagi generasi muda.
contoh yang tepat dalam pemilihan materi dan metode kegiatan yang tepat seperti dilaksanakannya program Pramuka Peduli yang pada saat ini telah menjadi bagian dari program kepanduan dunia. Untuk Indonesia, pelaksanaan program Pramuka Peduli dinilai sangat relevan. Banyak anggota masyarakat yang kehidupannya masih jauh dari memuaskan dan Indonesia merupakan negara rawan bencana, yang masih memerlukan banyak bantuan. Bagi Gerakan Pramuka pelaksanaan program Pramuka Peduli juga merupakan pembelajaran yang baik bagi generasi bangsa sekaligus dapat meningkatkan citra Gerakan Pramuka. Untuk memaksimalkan gerakan Pramuka sebagai wadah pembentukan karakter dapat dilakukan dengan lebih memantapkan penghayatan dan pengamalan nilai-nilai yang tercantum dalam Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka, yaitu nilai-nilai luhur yang menjunjung tinggi keimanan, kejujuran, cinta tanah air, kasih sayang sesama manusia, tolong menolong, gotong royong, bertanggung jawab, displin, hormat kepada orang tua, sederhana, suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan.
 Keberhasilan mengamalkan Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka tidak hanya penting bagi Gerakan Pramuka, tetapi juga bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka adalah nilai-nilai dasar yang harus dimiliki oleh segenap anggota, yang apabila telah terpatri dalam hati dan sanubari, akan berperan besar dalam membentuk karakter masyarakat, bangsa,dan negara yang didambakan pada masa depan.Sehingga Trisatya dan Dasa Darma dapat diamalkan secara sungguh-sungguh. Inti dari Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka adalah semangat, tekad, kode etik termasuk pesan-pesan moral dan spiritual. Tekad, semangat, kode etik serta pesan-pesan tersebut bukan hanya harus dijunjung tinggi, melainkan harus dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari baik secara pribadi maupun secara bersama-sama dalam satu kelompok.
Oleh: Kak Tonci Yason Rafael

sumber : pramuka.or.id
Share:

VIDEO PRAMUKA

Powered by Blogger.