Pramuka

  • UPACARA PEMBUKAAN LCTP

    Upacara Pembukaan lomba LCTP kwartir ranting 11 15 08 Tawangharjo yg di selenggarakan di MA Nuril Huda Tarub. Acara di buka secara Resmi oleh Kak. Mudjiono, S.Pd.MM.selaku ka.kwarran, Upacara di Hadiri semua Ka. Mabigus sekecamatan Tawangharjo, Danramil Tawangharjo dan Kapolsek Tawangharjo.

  • HASIL LCTP KWARAN 11 15 08 TAWANGHARJO

    Hasil Kejuaraan Lomba LCTP Kwartir Ranting 11 15 08 Tawangharjo Tanggal 16 Oktober 2016 Di MA Nuril Huda Tarub.

  • PEMBINAAN DAN PEMBEKALAN CALON PESERTA LOMBA LCT

    Pembinaan dan pembekalan calon peserta lomba LCT Pramuka tingkat kab.Grobogan oleh kak Mudjiono S.Pd.MM di dampingi beberapa andalan ranting Tawangharjo, yang akan di selenggarakan besok hari Minggu tgl 23 Oktober 2016 di SMPN 3 PURWODADI

  • HASIL LCTP DAN LOMBA ADMINISTRASI KWARAN TAWANGHARJO

    Penerimaan trofi dan piala lomba administrasi KWARAN 11.15.08 Tawangharjo di SMP Negeri 3 Purwodadi tanggal 23 Oktober 2016 dimana KWARAN 11.15.08 Tawangharjo meraih Juara 2 abdimashumas dan Juara 1 Binamuda

  • Pramuka Direncanakan Masuk Pelajaran Formal

    Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan pihaknya sedang menggodok rencana memasukan Gerakan Pramuka yang semula sebagai kegiatan tambahan di luar jam sekolah untuk selanjutnya masuk jam pelajaran formal.

Tuesday, 29 November 2016


SELENGGARAKAN KMD GRATIS, PULUHAN PEMBINA PRAMUKA DIBEKALI PENGETAHUAN KEPRAMUKAAN

Kegiatan Materi Indoor

Grobogan- Dinas Pendidikan Kabupaten Grobogan bersama dengan Kwarrtir Cabang (Kwarcab) Grobogan mengadakan kegiatan Kursus Mahir Dasar (KMD) untuk pembina pramuka di Candisari, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan. Kursus Mahir Dasar Pembina Pramuka 2016 dilaksanakan selama 5 hari, terhitung mulai 22 November hingga 26 November 2016. Acara KMD 2016 ini diikuti oleh sedikitnya 82 peserta dari seluruh Kabupaten Grobogan. Selain pemberian materi secara teoritis, kegiatan KMD juga melatih para pembina pramuka melalui praktek lapangan di bawah pengarahan tim Kwarcab Grobogan.

Saat ditemui di lokasi KMD pada hari Kamis (24/11), Pinsus KMD 2016, Siswanto, menyatakan jika kegiatan KMD Pembina Pramuka 2016 dilaksanakan dengan tujuan dan anggaran yang jelas. Kegiatan ini dimaksudkan untuk membekali para pembina pembina pramuka dengan keterampilan dasar-keterampilan dasar pramuka untuk nantinya bisa diterapkan di pangkalan masing-masing. Peserta KMD pun telah ditentukan oleh Dinas Pendidikan. Lebih lanjut, tuturnya, anggaran pelaksanaan kegiatan KMD saat ini ditopang sepenuhnya oleh Dinas Pendidikan, sehingga para peserta dapat mengikuti KMD secara gratis.

“Kami, seluruh panitia baik dari Dinas Pendidikan maupun dari Kwarcab, menaruh harapan yang sangat besar kepada para pembina pramuka agar mampu memberikan kegiatan ekstrakurikuler pramuka di pangkalan masing-masing yang menyenangkan namun tetap sarat dengan pengetahuan. Dengan begitu, karakter penerus bangsa bisa mendapatkan wadah yang tepat untuk berkembang.” Tutur Siswanto, saat ditemui oleh Humas Kwarran Tawangharjo.

Selain gratis tanpa dipungut biaya sepeser pun, hal lain yang istimewa dari pelaksanaan KMD 2016 adalah adanya kegiatan praktek kepramukaan yang lengkap, mulai dari jenjang Siaga, Penggalang, dan Penegak. Hal ini merupakan tindak lanjut sekaligus penyeimbang materi-materi teori dasar kepramukaan yang telah disampaikan sebelumnya. Salah seorang peserta KMD 2016 dari Pangkalan SMP 1 Pulokulon, Murtini, menyatakan antusiasnya dalam mengikuti kegiatan KMD 2016.

“Saya senang dengan diadakannya kegiatan KMD ini. Bahkan meskipun saya tidak ditunjuk oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Grobogan untuk mengikutinya, saya tetap mendaftar dengan kesadaran saya sendiri. Sebab kegiatan KMD ini merupakan kesempatan yang baik untuk mengembangkan diri, sehingga bisa menciptakan lahan pengembangan diri untuk siswa-siswa nantinya.”

Latihan Upacara Bendera
Pemilihan peserta untuk kalangan guru SMP, SMA, atau SMK pada kegiatan KMD tahun ini memang sepenuhnya dipilih berdasarkan pertimbangan Dinas Pendidikan Kabupaten Grobogan, dengan sistem penunjukkan dan rekomendasi. Sedangkan untuk kalangan guru SD, Dinas Pendidikan dan Kwarcab Grobogan menyerahkan kewenangan penunjukkan peserta sepenuhnya berada di bawah koordinasi Kwartir Ranting masing-masing, dengan kuota 2 orang perwakilan per Kwarran. Pelaksanaan KMD pun dinilai cukup tertib dan disiplin.

“Setelah pelaksanaan KMD 2016 ini, kami berharap kebiasaan disiplin yang telah diterapkan selama 5 hari ini dapat dibawa pulang dan ditularkan kepada seluruh warga pangkalannya masing-masing. Sehingga pendidikan karakter bangsa bisa turut diterapkan dalam upaya membentuk jati diri siswa dan seluruh warga yang ada di pangkalan tersebut.” Tutup Siswanto mengakhiri wawancara. – KWK

Pewawancara  : Siti Nurchayati.
Penulis             : Kharissa Widya Kresna
Gambar           : Budi Santoso
Copyright        : Humas Kwarran Tawangharjo


Share:

Sunday, 20 November 2016

Tanamkan Cinta Alam, SMK Ma'arif NU Wirosari Adakan PCT di Wana Wisata Widuri


PCT Pangkalan SMK Ma'arif NU Wirosari
Grobogan- Hari Minggu (16/11), Wana Wisata Widuri Tawangharjo dipadati oleh anggota pramuka yang berasal dari pangkalan SMK Ma’arif NU Wirosari, Mereka sedang melangsungkan kegiatan Penerimaan Calon Tegak (PCT), acara rutin untuk menyambut sekaligus melantik anggota pramuka di pangkalan tersebut. Kegiatan ini diikuti oleh sedikitnya 57 siswa kelas X SMK Ma’arif NU Wirosari, dan dilakukan dari pukul 08.00 – 15.00 WIB.

Saat ditemui di lokasi kegiatan, Adi Nuryanto, selaku pembina putra pangkalan SMK Ma’arif NU Wirosari, menyatakan bahwa kegiatan yang diadakan selama satu hari ini adalah kegiatan yang kedua yang dilakukan di Wana Wisata Widuri.

“Ini merupakan kegiatan yang ke dua kalinya yang kami laksanakan di lokasi ini, sebelumnya kegiatan PCT selalu dilaksanakan di TPK terdekat.” Tuturnya.

Dibandingkan kegiatan tahun lalu, ada sedikit perbedaan dalam pelaksanaan kegiatan ini, terutama jika mengingat kegiatan PCT yang diadakan oleh sekolah biasanya dilaksanakan di lingkungan sekolah. Namun kali ini, pangkalan SMK Ma’arif NU Wirosari memilih untuk melaksanakannya di lingkungan luar sekolah dengan tujuan agar adik-adik pramuka tidak hanya fokus pada kegiatan pramuka saja namun juga bisa lebih mengenal alam. Lebih lanjut, melalui kegiatan ini,para peserta  diharapkan bisa lebih peduli dalam kegiatan pelestarian lingkungan.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan kegiatan lintas alam. Para peserta diwajibkan berjalan kaki dari dusun Sodo, Tegalrejo, kecamatan Wirosari sampai lokasi kegiatan selanjutnya, yaitu Wana Wisata Widuri, Tawangharjo. Perjalanan ini memakan waktu selama kurang lebih 2 jam perjalanan. Sesampainya di lokasi wana wisata kegiatan dilanjutkan dengan menuruni tebing (Rapling) yang terdapat di sekitar Air Terjun Widuri di lokasi wana wisata tersebut. Kegiatan lintas alam dan  rapling dimaksudkan untuk melatih kemampuan fisik dan adrenalin adik-adik yang merupakan salah satu unsur healthy (kesehatan) dalam Prinsip Dasar Kepramukaan dan  Metode Kepramukaan.  Rangkaian kegiatan ini ternyata mendapatkan respon yang positif dari para peserta.


Rapling Peserta

‘’Kegiatan ini sangat seru, meskipun capek tapi bisa terobati dengan rasa kebersamaan.” tutur Santi Nur Khumaidah, salah satu peserta kegiatan PCT ini. Dengan dilaksanakannya kegiatan ini pihak pangkalan mengharapkan adik-adik anggota Gerakan Pramuka bisa lebih berbaur dengan lingkungan yang ada di sekitarnya, baik dengan alam maupun dengan masyarakat sekitar. Selain itu, pihak sekolah juga menaruh harapan besar agar kegiatan yang memiliki tujuan positif ini nantinya bisa tetap terlaksana dengan rutin setiap tahunnya serta juga bisa menjadi inspirasi bagi anggota Gerakan Pramuka lainnya untuk bisa melaksanakan kegiatan semacam ini demi mewujudkan Pramuka yang bermasyarakat sesuai dengan Satya dan Darma Pramuka. – SNW

Peliput: Septi Nandi Wibowo
Editor: Kharissa Widya Kresna
Gambar: Budi Santoso
Copyright:Humas Kwarran Tawangharjo
Share:

Friday, 18 November 2016

PRAMUKA PEDULI KWARRAN TAWANGHARJO IKUT TURUN TANGAN TERTIBKAN HAUL KI AGENG TARUB



Grobogan- Balai Desa Tarub, Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan, sejak pagi telah dipadati oleh warga Desa Tarub yang ingin menyaksikan pagelaran Wayang dan Kirab Gunungan yang dilaksanakan pada hari Rabu (16/11). Acara ini merupakan titik puncak dari serangkaian acara Haul Ki Ageng Tarub 2016. Acara Haul yang diselenggarakan secara rutin setiap tahunnya ini bertujuan untuk mengenang dan menghormati Ki Ageng Tarub, leluhur Desa Tarub yang terkenal dengan legenda Kisah 7 Bidadarinya. Selain itu, acara ini juga merupakan ikon budaya Desa Tarub yang telah diresmikan sebagai Desa Wisata pada 24 Oktober 2016 lalu.

Gegap gempita perayaan Haul Ki Ageng Tarub sudah terasa sejak hari sehari sebelumnya. Rangkaian acara Haul dimulai dengan Khataman Al-Quran dan Pengajian Akbar pada hari Selasa, 15 November 2016, dan dilanjutkan dengan acara pagelaran wayang dan kirab gunungan pada keesokan harinya. Acara Haul Ki Ageng Tarub juga dihadiri oleh tamu-tamu penting, diantaranya adalah Pangageng Sasana Wilopo Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, FKPD Kabupaten Grobogan, MUSPIKA Tawangharjo, serta terbuka untuk seluruh elemen masyarakat.

Kepala Desa Tarub, Ali Maskuri, menjelaskan bahwa pihaknya berusaha melestarikan budaya yang telah lama melekat di Desa Tarub dengan menyelenggarakan Haul Ki Ageng Tarub secara rutin. Lebih lnjut, tuturnya, acara Haul Ki Ageng Tarub juga merupakan sarana untuk memberikan edukasi kepada para siswa yang tinggal dan menuntut ilmu di sekitar Desa Tarub.

“Acara ini terbuka untuk umum, artinya seluruh elemen masyarakat dari mana pun bisa turut bergabung dan menyaksikan. Bahkan siswa-siswa yang berada di sekitar desa ini juga diajak untuk turut serta sebagai pengamat budaya, sehingga bisa melestarikannya kelak jika mereka dewasa.” ujarnya saat ditemui oleh tim Humas Kwarran Tawangharjo di sela-sela acara.

Sebagaimana penuturan Kepala Desa Tarub, perhelatan akbar dalam rangka Haul Ki Ageng Tarub terbuka untuk umum dan menyedot banyak perhatian warga. Antusiasme warga dalam acara Haul ini terbilang cukup tinggi, terbukti dengan banyaknya warga yang telah memadati Balai Desa Tarub, Lapangan Desa Tarub, dan Makam Ki Ageng Tarub yang dijadikan sebagai titik keramaian. Warga telah bersiap untuk memperebutkan isi gunungan yang akan dikirab (diarak-red) dari Balai Desa Tarub menuju ke Lapangan Desa Tarub dan Makam Ki Ageng Tarub. Tidak hanya warga sekitar Desa Tarub saja, namun peziarah-peziarah yang datang dari luar daerah Grobogan juga tampak ikut memadati kerumunan warga.

“Kami sudah menunggu kirab gunungan untuk ngraup berkah (mengambil berkah) dari isi gunungan. Beberapa rombongan peziarah dari Pati, Demak, Kudus dan sekitarnya juga sudah datang silih berganti sejak hari Minggu (13/11)” tutur Rasmi, salah seorang warga Desa Tarub yang ikut menunggu kirab gunungan bersama kerumunan warga di sekitar Lapangan Desa Tarub.

Untuk mengamankan jalannya acara dan kirab gunungan, Pemerintah Desa Tarub bekerja sama dengan pihak Kepolisian dan Pramuka Peduli Kwarran Tawangharjo. Hal ini bisa dilihat selama acara berlangsung. Beberapa anggota Pramuka Peduli tampak berlalu lalang mengatur keramaian dan berkoordinasi dengan beberapa pihak demi kelancaran acara.

Pukul 14.40 WIB, rombongan kirab budaya mulai memasuki Lapangan Desa Tarub untuk melakukan ruwat gunungan atau yang biasa disebut dengan Wilujengan. Rombongan terdiri dari satu regu Marching Band MTS Nuril Huda Tarub, disusul oleh para Pangangeng Sasana Wilopo Kraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat serta para pemanggul gunungan, dan ditutup oleh para tamu undangan. Sedikitnya ada dua buah gunungan yang akan diperebutkan oleh warga. Ketika gunungan mulai memasuki lapangan ruwatan, para anggota Pramuka Peduli dengan sigap memposisikan diri sebagai pagar betis guna mencegah warga memperebutkan isi gunungan sebelum diruwat.



Warga yang tidak sabar segera menarik gunungan bahkan sebelum gunungan memasuki lapangan. Hal ini sontak memicu keramaian warga yang lain, sehingga keadaan menjadi sedikit sulit untuk dikendalikan. Melihat hal ini, para anggota Pramuka Peduli dan Kepolisian Sektor Tawangharjo bahu-membahu menertibkan warga yang saling dorong dan berdesakkan untuk mendapatkan isi gunungan. Beruntung kericuhan dapat segera diredam sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Hal ini kami lakukan untuk memperat hubungan dengan masyarakat, juga untuk menunjukkan pada warga jika kepramukaan siap membantu dalam kondisi apapun,” tutur koordinator Pramuka Peduli, Budi Santoso. “Pramuka Peduli tidak hanya sekedar membantu mereka yang terkena bencana. Memastikan acara masyarakat berjalan dengan tertib dan aman juga merupakan sebagian dari tugas kami.” pungkasnya. -KWK


Peliput: Kharissa Widya Kresna
Share:

VIDEO PRAMUKA

Powered by Blogger.