Pramuka

Friday, 18 November 2016

PRAMUKA PEDULI KWARRAN TAWANGHARJO IKUT TURUN TANGAN TERTIBKAN HAUL KI AGENG TARUB



Grobogan- Balai Desa Tarub, Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan, sejak pagi telah dipadati oleh warga Desa Tarub yang ingin menyaksikan pagelaran Wayang dan Kirab Gunungan yang dilaksanakan pada hari Rabu (16/11). Acara ini merupakan titik puncak dari serangkaian acara Haul Ki Ageng Tarub 2016. Acara Haul yang diselenggarakan secara rutin setiap tahunnya ini bertujuan untuk mengenang dan menghormati Ki Ageng Tarub, leluhur Desa Tarub yang terkenal dengan legenda Kisah 7 Bidadarinya. Selain itu, acara ini juga merupakan ikon budaya Desa Tarub yang telah diresmikan sebagai Desa Wisata pada 24 Oktober 2016 lalu.

Gegap gempita perayaan Haul Ki Ageng Tarub sudah terasa sejak hari sehari sebelumnya. Rangkaian acara Haul dimulai dengan Khataman Al-Quran dan Pengajian Akbar pada hari Selasa, 15 November 2016, dan dilanjutkan dengan acara pagelaran wayang dan kirab gunungan pada keesokan harinya. Acara Haul Ki Ageng Tarub juga dihadiri oleh tamu-tamu penting, diantaranya adalah Pangageng Sasana Wilopo Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, FKPD Kabupaten Grobogan, MUSPIKA Tawangharjo, serta terbuka untuk seluruh elemen masyarakat.

Kepala Desa Tarub, Ali Maskuri, menjelaskan bahwa pihaknya berusaha melestarikan budaya yang telah lama melekat di Desa Tarub dengan menyelenggarakan Haul Ki Ageng Tarub secara rutin. Lebih lnjut, tuturnya, acara Haul Ki Ageng Tarub juga merupakan sarana untuk memberikan edukasi kepada para siswa yang tinggal dan menuntut ilmu di sekitar Desa Tarub.

“Acara ini terbuka untuk umum, artinya seluruh elemen masyarakat dari mana pun bisa turut bergabung dan menyaksikan. Bahkan siswa-siswa yang berada di sekitar desa ini juga diajak untuk turut serta sebagai pengamat budaya, sehingga bisa melestarikannya kelak jika mereka dewasa.” ujarnya saat ditemui oleh tim Humas Kwarran Tawangharjo di sela-sela acara.

Sebagaimana penuturan Kepala Desa Tarub, perhelatan akbar dalam rangka Haul Ki Ageng Tarub terbuka untuk umum dan menyedot banyak perhatian warga. Antusiasme warga dalam acara Haul ini terbilang cukup tinggi, terbukti dengan banyaknya warga yang telah memadati Balai Desa Tarub, Lapangan Desa Tarub, dan Makam Ki Ageng Tarub yang dijadikan sebagai titik keramaian. Warga telah bersiap untuk memperebutkan isi gunungan yang akan dikirab (diarak-red) dari Balai Desa Tarub menuju ke Lapangan Desa Tarub dan Makam Ki Ageng Tarub. Tidak hanya warga sekitar Desa Tarub saja, namun peziarah-peziarah yang datang dari luar daerah Grobogan juga tampak ikut memadati kerumunan warga.

“Kami sudah menunggu kirab gunungan untuk ngraup berkah (mengambil berkah) dari isi gunungan. Beberapa rombongan peziarah dari Pati, Demak, Kudus dan sekitarnya juga sudah datang silih berganti sejak hari Minggu (13/11)” tutur Rasmi, salah seorang warga Desa Tarub yang ikut menunggu kirab gunungan bersama kerumunan warga di sekitar Lapangan Desa Tarub.

Untuk mengamankan jalannya acara dan kirab gunungan, Pemerintah Desa Tarub bekerja sama dengan pihak Kepolisian dan Pramuka Peduli Kwarran Tawangharjo. Hal ini bisa dilihat selama acara berlangsung. Beberapa anggota Pramuka Peduli tampak berlalu lalang mengatur keramaian dan berkoordinasi dengan beberapa pihak demi kelancaran acara.

Pukul 14.40 WIB, rombongan kirab budaya mulai memasuki Lapangan Desa Tarub untuk melakukan ruwat gunungan atau yang biasa disebut dengan Wilujengan. Rombongan terdiri dari satu regu Marching Band MTS Nuril Huda Tarub, disusul oleh para Pangangeng Sasana Wilopo Kraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat serta para pemanggul gunungan, dan ditutup oleh para tamu undangan. Sedikitnya ada dua buah gunungan yang akan diperebutkan oleh warga. Ketika gunungan mulai memasuki lapangan ruwatan, para anggota Pramuka Peduli dengan sigap memposisikan diri sebagai pagar betis guna mencegah warga memperebutkan isi gunungan sebelum diruwat.



Warga yang tidak sabar segera menarik gunungan bahkan sebelum gunungan memasuki lapangan. Hal ini sontak memicu keramaian warga yang lain, sehingga keadaan menjadi sedikit sulit untuk dikendalikan. Melihat hal ini, para anggota Pramuka Peduli dan Kepolisian Sektor Tawangharjo bahu-membahu menertibkan warga yang saling dorong dan berdesakkan untuk mendapatkan isi gunungan. Beruntung kericuhan dapat segera diredam sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Hal ini kami lakukan untuk memperat hubungan dengan masyarakat, juga untuk menunjukkan pada warga jika kepramukaan siap membantu dalam kondisi apapun,” tutur koordinator Pramuka Peduli, Budi Santoso. “Pramuka Peduli tidak hanya sekedar membantu mereka yang terkena bencana. Memastikan acara masyarakat berjalan dengan tertib dan aman juga merupakan sebagian dari tugas kami.” pungkasnya. -KWK


Peliput: Kharissa Widya Kresna
Share:

0 comments:

Post a Comment

VIDEO PRAMUKA

Powered by Blogger.