Pramuka

  • UPACARA PEMBUKAAN LCTP

    Upacara Pembukaan lomba LCTP kwartir ranting 11 15 08 Tawangharjo yg di selenggarakan di MA Nuril Huda Tarub. Acara di buka secara Resmi oleh Kak. Mudjiono, S.Pd.MM.selaku ka.kwarran, Upacara di Hadiri semua Ka. Mabigus sekecamatan Tawangharjo, Danramil Tawangharjo dan Kapolsek Tawangharjo.

  • HASIL LCTP KWARAN 11 15 08 TAWANGHARJO

    Hasil Kejuaraan Lomba LCTP Kwartir Ranting 11 15 08 Tawangharjo Tanggal 16 Oktober 2016 Di MA Nuril Huda Tarub.

  • PEMBINAAN DAN PEMBEKALAN CALON PESERTA LOMBA LCT

    Pembinaan dan pembekalan calon peserta lomba LCT Pramuka tingkat kab.Grobogan oleh kak Mudjiono S.Pd.MM di dampingi beberapa andalan ranting Tawangharjo, yang akan di selenggarakan besok hari Minggu tgl 23 Oktober 2016 di SMPN 3 PURWODADI

  • HASIL LCTP DAN LOMBA ADMINISTRASI KWARAN TAWANGHARJO

    Penerimaan trofi dan piala lomba administrasi KWARAN 11.15.08 Tawangharjo di SMP Negeri 3 Purwodadi tanggal 23 Oktober 2016 dimana KWARAN 11.15.08 Tawangharjo meraih Juara 2 abdimashumas dan Juara 1 Binamuda

  • Pramuka Direncanakan Masuk Pelajaran Formal

    Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan pihaknya sedang menggodok rencana memasukan Gerakan Pramuka yang semula sebagai kegiatan tambahan di luar jam sekolah untuk selanjutnya masuk jam pelajaran formal.

Friday, 24 February 2017

PRAMUKA PEDULI KWARRAN TAWANGHARJO BAGIKAN 150 BIBIT TANAMAN MEMPERINGATI BODEN POWELL DAY


Grobogan – Pada hari Jumat (24/2), Pramuka Peduli Kwaarran Tawangharjo mengadakan penghijauan untuk memperingati Boden Powell Day 2017 yang jatuh pada tanggal 22 Febuari lalu. Kegiatan pengijauan ini berupa pembagian bibit tanaman kepada 14 pangkalan yang ada di Tawangharjo. Setiap pangkalan mendapat supplay bibit tanaman sebanyak 10 buah pohon, sekaligus dibantu penanamannya oleh anggota Pramuka Peduli Kwarran Tawangharjo.

Sebelum memulai kegiatan, 30 anggota Pramuka Peduli Kwarran Tawangharjo yang terdiri dari 27 penegak pa dan pi serta 3 orang andalan ranting Tawangharjo terlebih dahulu melakukan apel pagi sekaligus upacara pembukaan kegiatan penanaman pohon. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kak Umar, Kabid Abdimas Humas Kwarran Tawangharjo. Dalam sambutannya, Umar berharap kegiatan ini bias menjadi kegiatan yang bermanfaat untuk pangkalan sasaran dan Kwarran Tawangharjo.

“Kami menaruh harapan yang cukup besar dalam kegiatan penghijauan ini. Semoga kegiatan yang dilaksanakan untuk memperingati Boden Powell Day ini bias membawa dampak positif bagi Gerakan Pramuka Kwarran Tawangharjo, kaitannya dengan dharma baktinya kepada masyarakat. Kami selaku andalan ranting juga menghimbau kepada peserta yang terlibat dalam acara ini untuk tetap menjaga sopan santunnya baik di lokasi bakti maupun sepanjang perjalanan. Tugas ini harus dilaksanakan dengan sebaik mungkin, sebab kita membawa nama Pramuka peduli dan Kwarran Tawangharjo,” tuturnya.

Kegiatan pembagian dan penanaman bibit pohon sendiri dimulai pada pukul 08-00 dan selesai pada pukul 11-00 WIB. Sedikitnya ada 150 bibit pohon yang diidstribusikan ke 14 pangkalan SD Negeri, 1 MI, dan 1 MA. Teknis pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam beberapa kelompok kerja, sehingga lebih menghemat waktu. Setelah semua kegiatan selesai, seluruh kelompok kerja kembali berkumpul di Sanggar Pramuka Kwarran Tawangharjo.  Acara ditutup oleh WAKA Kwarran Tawangharjo bidan Abdimas Humas, Wibisono.


“Melihat respon positif yang diperlihatkan warga pangkalan yang dijadikan lokasi bakti, kami dari pihak Kwarran Tawangharjo menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta penanaman pohon yang tergabung dalam kelompok-kelompok kerja. Kinerja adik-adik semua patut diapresiasi setinggi-tingginya. Lebih lanjut, kami berharap agar kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan dalam peringatan Boden Powell Day di Kwarran Tawangharjo bias memberikan sebuah kemajuan yang positif untuk Gerakan Pramuka di Tawangharjo, serta bisa menjadi sumbang sih untuk Gerakan Pramuka Indonesia,” tutupnya. (KWK)
Share:

Sunday, 19 February 2017

650 PRAMUKA SIAGA BERKOMPETISI DALAM PESTA SIAGA KWARRAN TAWANGHARJO 2017

Pesta Siaga Kwartir Ranting 11 15 08 Tawangharjo dibuka secara resmi oleh Ibu Sri Purwantini ( Ka. Kwarran) 18/02/2017


Grobogan – Sedikitnya 650 pramuka siaga terdiri 30 barung pa dan 35 barung pi se-kwarran Tawangharjo mengikuti Pesta Siaga Kwarran Tawangharjo pada hari Sabtu, 18 Febuari 2017. Kegiatan Pesta Siaga yang diadakan di SDN 1 Plosorejo dan SDN 3 Plosorejo ini mengusung tema “Pramuka Siaga yang Beriman, Jujur, dan Berprestasi. Acara pun berlangsung cukup meriah. Penampilan Marching Band dari SDN 3 Plosorejo, sebagai tuan rumah Pesta Siaga, berhasil memantik semangat para peserta.

Rencananya, ada 10 taman bermain yang dipersiapkan untuk mengasah keterampilan dan jiwa pramuka para peserta. 10 taman tersebut adalah Taman Kepribadian, Taman Kepedulian Lingkungan, Taman Bumbung Kemanusiaan, Taman Kereta Bola, Taman Yel-yel, Taman Gerak dan Lagu, Taman Toleransi Beragama, Taman Ketaqwaan kepad Tuhan Yang Maha Esa, Taman Bermain Peran, serta Taman Kecerdasan dan Ingatan. Dari kesepuluh taman ini, taman yel-yel merupakan taman yang paling banyak menarik perhatian peserta. Selain karena letaknya yang berada di luar ruangan sehingga bisa dilihat oleh seluruh peserta, taman ini juga menampilkan kreativitas dan semangat para peserta.

Dalam event ini, kreativitas peserta memang menjadi titik fokus yang paling diutamakan. Seperti yang telah disampaikan oleh Ka-Kwarran Tawangharjo dalam sambutannya, Event Pesta Siaga ini diharapkan bisa menjadi ajang pendalaman karakter dan jiwa pramuka.

“Saya secara pribadi mengucapkan selamat mengikuti kegiatan pesta siaga kepada para peserta. Selamat mengembangkan diri dan memberikan yang terbaik untuk pangkalan masing-masing,” tutur Sri Purwantini. Dirinya juga berharap kegiatan ini bisa menjadi titik tolak bagi perkembangan kepramukaan di Kwarran Tawangharjo.

Secara umum, pelaksanaan pesta siaga tahun ini bisa dibilang cukup lancar dan tertib. Peraturan selama kegiatan juga sudah diperketat dan dipatuhi dengan baik oleh para peserta. Meskipun ada beberapa kendala seperti keterlambatan peserta dan antusiasme warga yang ingin menonton kegiatan, namun hal ini bisa segera diatasi oleh panitia kegiatan.

Zainur Hamid, salah satu perwakilan dari Kwarcab Grobogan yang turut memantau pelaksanaan pesta siaga menjabarkan beberapa kritik dan saran terhadap teknis pelaksanaan pesta siaga kali ini. Salah satu yang menjadi sorotan adalah pelaksanaan upacara pembukaan yang kurang kondusif.

“Kami melihat ada beberapa peserta
yang tidak mengikuti upacara pembukaan. Sehingga justru membuat lingkungan di sekitar pelaksanaan upacara menajdi kurang kondusif dan kurang terorganisir. Hal ini mudah-mudahan menjadi pelajaran yang baik untuk pelaksanaan kegiatan selanjutnya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Zainur Hamid juga menyoroti kegiatan yang dilakukan para peserta. Menurutnya, regu dari sekolah yang dikelola oleh yayasan justru tampak lebih antusias dan lebih siap untuk mengikuti kegiatan dibandingkan dengan sekolah negeri. Hal ini tentu perlu dijadikan bahan instropeksi bagi masing-masing pangkalan tentang sistem keorganisasian gugus depan mereka. Harapannya, kegiatan kepramukaan di masing-masing pangkalan tidak hanya diaktifkan ketika akan ada event atau perlombaan saja.

Pihak panitia menyambut baik krtitik dan saran yang disampaikan oleh semua pihak. Ketua Panitia, Wibisono, mengakui jika dalam persiapan dan pelaksanaan acara masih terdapat beberapa kekurangan. Dirinya berharap dapat memberikan pelayanan yang optimal, terlepas dari kendala-kendala yang terjadi di lapangan.


“Kami mengakui jika dalam mempersiapkan acara masih belum optimal. Namun kami berusaha sebaik mungkin untuk bisa memfasilitasi semangat adik-adik peserta pesta siaga,” tutupnya. (KWK)

Peliput             : Humas Kwarran Tawangharjo
Penulis             : Kharissa Widya Kresna
Gambar           :  Budi Santoso


Copyright        : Hummas Kwarran Tawangharjo
Share:

Tuesday, 14 February 2017

TUNJUKKAN KEPEDULIAN, KWARRAN TAWANGHARJO GALANG BANTUAN UNTUK KORBAN KEBAKARAN DI GODAN

Perwakilan dari Kwarran Tawangharjo datang menyambangi rumah warga yang terkena musibah kebakaran didesa Godan
( Humas Kwarran Tawangharjo)

Grobogan – Hari ini, Selasa (14/2), Perwakilan dari Kwarran Tawangharjo, Pramuka Peduli, serta perwakilan dari MA Sunniyyah Selo dan MA Nuril Huda Tarub datang menyambangi rumah Sutik, warga Dusun Godan Timur, yang rumahnya habis terbakar pada Selasa, 7 Febuari 2017 yang lalu. Kedatangan mereka bertujuan untuk menyampaikan bantuan yang telah terkumpul dari seluruh siswa SD dan MI serta MA se-Kecamatan Tawangharjo. Sepala Desa Godan, Suwardi, juga tampak berada di tengah rombongan.

Acara dibuka oleh WAKA ABDIMAS HUMAS Kwarran Tawangharjo, Wibisono. Dilanjut dengan sambutan Ka-Kwarran Tawangharjo dan Kepala Desa Godan, serta sepatah dua patah kata dari pemilik rumah, Sutik. Dalam kunjungan hari ini, Sri Purwantini selaku Ka-Kwarran Tawangharjo menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas kejadian yang telah menimpa Sutik dan keluarganya. Dirinya berharap apa yang disampaikan oleh Kwarran Tawangharjo tidak dipandang dari segi nilai nominalnya, melainkan dari sisi kepedulian dan kebermanfaatannya.

“Kami hanya bisa mengumpulkan bantuan semampu kami. Mungkin tidak bisa dipandang besar dalam jumlah nominalnya, tetapi kami harap ini bisa menjadi sebuah pembuka silaturahmi yang baik antara keluarga bapak Sutik dengan Kwarran Tawangharjo. Harapannya yang sedikit dari kami ini bisa memberi manfaat kepada bapak Sutik dan keluarga, sehingga bisa sedikit mengobati rasa kecewa yang sedang dirasakan,” tuturnya.

Bantuan berupa Sembako dan sejumlah uang dari Kwarran Tawangharjo pun diserahkan langsung oleh beliau kepada Sutik dan keluarga. Bantuan ini belum termasuk bantuan yang diberikan oleh MA Sunniyyah Selo dan MA Nuril Huda Tarub. Saat ditemui di lokasi kejadian, perwakilan siswa MA Sunniyyah Selo yang ikut dalam acara penyampaian bantuan menuturkan jika kegiatan ini merupakan sebuah kegiatan positif untuk melatih kepekaan terhadap sekitar.

“Pengumpulan bantuan seperti ini sebenarnya membawa dampak yang baik untuk siswa, sebab bisa melatih kepedulian dan kepekaan kami terhadap lingkungan sekitar. Sehingga kami menyambut baik ajakan  Pramuka Peduli untuk turut mengumpulkan bantuan untuk Pak Sutik,” jelas Rizal, salah satu siswa MA Sunniyah Selo.


Di penghujung acara, Kepala Desa Godan menyampaikan harapannya agar tidak ada lagi musibah kebakaran yang menimpa warga Desa Godan. Dirinya berpesan kepada Sutik dan keluarganya, serta seluruh yang hadir dalam acara ini untuk tetap berhati-hati dan waspada dalam kondisi apa saja. Pihaknya berharap musibah ini dapat menjadi pelajaran baik bagi siapapun, sehingga kelak tidak lagi terulang kepada orang lain.

Peliput             : Humas Kwarran Tawangharjo
Penulis             : Kharissa Widya Kresna
Gambar           :  Budi Santoso
Copyright        : Hummas Kwarran Tawangharjo

Share:

Friday, 10 February 2017


Penghijauan Tahap ke-2 Dsn Sreman Ds.Pojok Kec. Tawangharjo
Grobogan – Pada jumat pagi (10/2), hiruk pikuk terlihat di Dusun Sreman, Desa Pojok Kecamatan Tawangharjo. Aktivitas yang tidak biasa ini disebabkan oleh diadakannya Penanaman Pohon yang diselenggarakan oleh Karang Taruna Dusun Sreman. Acara ini bahkan melibatkan Koramil Tawangharjo, Perhutani Kecamatan Tawangharjo, serta Pramuka Peduli Kwarran Tawangharjo.

Meski diguyur hujan sejak pagi, kegiatan penanaman pohon tetap dapat terlaksana dengan baik. Sedikitnya ada 200 bibit pohon yang berhasil ditanam sejauh 500 meter di pinggir jalan Dusun Sreman. Bibit-bibit tersebut terdiri dari bibit pohon Jambu, Sengon, Kelengkeng, dan Mindik.

Antusiasme panitia dan warga sekitar tampak di sepanjang acara penanaman pohon. Kegiatan ini merupakan penanaman pohon kedua, setelah periode yang pertama berhasil dilaksanakan pada tahun 2016 yang lalu. Kustadi, pemberi bantuan bibit, menyatakan jika dirinya sangat mendukung program penanaman pohon ini. Dirinya bahkan berharap kegiatan seperti ini bisa dilaksanakan di seluruh wilayah Desa Pojok.

“Saya dan warga sekitar tentu akan selalu mendukung kegiatan positif seperti ini. Kami berharap kegiatan penanaman pohon tidak hanya diadakan di Dusun Sreman saja, tetapi juga di wilayah lain di Desa Pojok. Kami bangga memiliki anak-anak muda yang peduli dengan lingkungan,” tuturnya saat ditemui di lokasi penanaman pohon.

Di lokasi yang sama, Khoirul Soim, ketua Karang Taruna Dusun Sreman, menyatakan jika kegiatan ini bertujuan untuk menyukseskan program penghijauan yang sedang digalakkan oleh Dusun Sreman. Lelaki berusia 26 tahun ini juga menuturkan jika pihaknya merasa lega sebab kegiatan penanaman pohon ini mendapatkan dukungan dari banyak pihak.

“Kami ingin turut menyukseskan kegiatan penghijauan di Desa Sreman. Kami juga berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dan bantuan, baik berupa bibit maupun yang memberikan bantuan dengan terjun langsung ke lokasi penanaman. Kami berharap dukungan yang diberikan tidak hanya berhenti sampai di sini, tetapi berlanjut hingga ke perawatan tanaman-tanaman tersebut, sehingga tujuan jangka panjang dari penanaman pohon ini bisa tercapai secara maksimal,” ucapnya mewakili teman-teman Karang Taruna Dusun Sreman.

Anggota Pramuka Peduli Tawangharjo, yang turut mensukseskan kegiatan penanaman pohon, bahu-membahu dengan warga untuk menanam ratusan bibit pohon yang tersedia. Berkat kerjasama ini, seluruh bibit pohon telah berhasil ditanam sebelum waktu Sholat Jumat tiba. Pihak Pramuka Peduli mengaku siap untuk membantu kegiatan masyarakat yang sifatnya positif, termasuk kegiatan penanaman pohon.

“Hal ini kami lakukan untuk memperat hubungan dengan masyarakat, juga untuk menunjukkan pada warga jika kepramukaan siap membantu dalam kondisi apapun,” tutur koordinator Pramuka Peduli, Budi Santoso. “Pramuka Peduli tidak hanya sekedar membantu mereka yang terkena bencana. Memastikan acara masyarakat berjalan dengan baik dan sukses juga merupakan sebagian dari tugas kami.” pungkasnya. (KWK)


Peliput             : Humas Kwarran Tawangharjo
Tenulis             : Kharissa Widya Kresna
Gambar           :  Budi Santoso
Copyright        : Hummas Kwarran Tawangharjo


Share:

Wednesday, 8 February 2017

Ditinggal Pergi Pemiliknya, Satu Rumah di Desa Godan Terbakar Habis

Kebakaran rumah warga desa godan Keamatan Tawangharjo Selasa (7/2) malam
Grobogan – Warga Desa Godan, Kecamatan Tawangharjo dikejutkan dengan peristiwa kebakaran yang menghanguskan rumah salah seorang warganya pada Selasa (7/2) malam. Kejadian kebakaran ini diketahui warga setelah saksi mata, Riswana, melihat api menyala dari rumah Sutik dan Ibu Riswati pada pukul 20.12 WIB. Riswana mengaku baru akan megambil air wudhu saat dirinya melihat api membumbung tinggi dari sebuah rumah yang terletak di RT 01 RW 02 Desa Godan tersebut. Sontak, dirinya berteriak meminta bantuan dari warga sekitar.

Kebakaran diduga terjadi karena nyala lilin yang merembet ke perabotan rumah. Saat kejadian berlangsung, kondisi sekitar Desa Godan memang sedang mati lampu. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, sebab rumah yang terbakar tengah dalam keadaan kosong setelah ditinggal pemiliknya, Sutik dan Riswati beserta kedua anaknya, untuk berkunjung ke rumah mertuanya yang sedang sakit di Desa Tarub, Kecamatan Tawangharjo, sekitar 2 km dari kediaman mereka.

Saat ditemui di lokasi kejadian, Sutik menuturkan jika dirinya merasa sangat terkejut atas musibah yang menimpanya dan keluarga. Istrinya bahkan sempat jatuh pingsan saat mendengar kabar bahwa rumahnya telah ludes dimakan api. Sebelumnya, Sutik sudah mengingatkan istrinya untuk memadamkan lilin sebelum pergi. Namun, istrinya menolak dengan alasan lilin tersebut tinggal sedikit dan akan mati dengan sendirinya. Meski begitu, dirinya tidak ingin menyalahkan siapa-siapa dalam kejadian ini, dan memilih untuk pasrah.

“Kita hanya bisa pasrah, sebab tidak ada yang menyangka jika kebakaran ini akan terjadi. Lilin untuk menerangi rumah ditempatkan oleh istri saya di atas piring plastik di atas kulkas. Mungkin terkena angin atau bagaimana, sehingga lilin jatuh dan membakar barang-batang,” tuturnya.

Salah seorang saksi mata, Rukin, mengeluarkan pernyataan senada saat ditanya tentang penyebab kebakaran.

“Menurut kabar yang saya dengar, penyebabnya adalah nyala lilin yang tidak dimatikan sebelum ditinggal pergi. Saat saya sampai di sini, separuhnya (rumah Sutik,red)  sudah terbakar,” jelasnya.


Sedikitnya 5 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk menjinakkan api yang telanjur membesar. Usaha pemadaman api yang dilakukan oleh pemadam kebakaran sempat terkendala oleh ramainya kerumunan warga, dan motor-motor warga yang diparkir sembarangan sehingga menghalangi jalan mobil pemadam yang ingin menuju ke lokasi. Prosesi pemadaman api memakan waktu kurang lebih satu jam hingga api benar-benar bisa dipadamkan. Kerugian materi ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. (KWK)

Peliput             : Humas Kwarran
Tenulis             : Kharissa Widya Kresna
Gambar           :  Budi Santoso

Copyright        : Hummas Kwarran Tawangharjo
Share:

VIDEO PRAMUKA

Powered by Blogger.