650
PRAMUKA SIAGA BERKOMPETISI DALAM PESTA SIAGA KWARRAN TAWANGHARJO 2017
|
Grobogan
– Sedikitnya 650 pramuka siaga terdiri 30 barung pa dan 35 barung pi se-kwarran Tawangharjo mengikuti Pesta Siaga
Kwarran Tawangharjo pada hari Sabtu, 18 Febuari 2017. Kegiatan Pesta Siaga yang
diadakan di SDN 1 Plosorejo dan SDN 3 Plosorejo ini mengusung tema “Pramuka
Siaga yang Beriman, Jujur, dan Berprestasi. Acara pun berlangsung cukup meriah.
Penampilan Marching Band dari SDN 3 Plosorejo, sebagai tuan rumah Pesta Siaga,
berhasil memantik semangat para peserta.
Rencananya, ada
10 taman bermain yang dipersiapkan untuk mengasah keterampilan dan jiwa pramuka
para peserta. 10 taman tersebut adalah Taman Kepribadian, Taman Kepedulian
Lingkungan, Taman Bumbung Kemanusiaan, Taman Kereta Bola, Taman Yel-yel, Taman
Gerak dan Lagu, Taman Toleransi Beragama, Taman Ketaqwaan kepad Tuhan Yang Maha
Esa, Taman Bermain Peran, serta Taman Kecerdasan dan Ingatan. Dari kesepuluh
taman ini, taman yel-yel merupakan taman yang paling banyak menarik perhatian
peserta. Selain karena letaknya yang berada di luar ruangan sehingga bisa
dilihat oleh seluruh peserta, taman ini juga menampilkan kreativitas dan
semangat para peserta.
Dalam event ini,
kreativitas peserta memang menjadi titik fokus yang paling diutamakan. Seperti
yang telah disampaikan oleh Ka-Kwarran Tawangharjo dalam sambutannya, Event
Pesta Siaga ini diharapkan bisa menjadi ajang pendalaman karakter dan jiwa
pramuka.
“Saya secara
pribadi mengucapkan selamat mengikuti kegiatan pesta siaga kepada para peserta.
Selamat mengembangkan diri dan memberikan yang terbaik untuk pangkalan
masing-masing,” tutur Sri Purwantini. Dirinya juga berharap kegiatan ini bisa
menjadi titik tolak bagi perkembangan kepramukaan di Kwarran Tawangharjo.
Secara umum,
pelaksanaan pesta siaga tahun ini bisa dibilang cukup lancar dan tertib.
Peraturan selama kegiatan juga sudah diperketat dan dipatuhi dengan baik oleh
para peserta. Meskipun ada beberapa kendala seperti keterlambatan peserta dan
antusiasme warga yang ingin menonton kegiatan, namun hal ini bisa segera
diatasi oleh panitia kegiatan.
Zainur Hamid,
salah satu perwakilan dari Kwarcab Grobogan yang turut memantau pelaksanaan
pesta siaga menjabarkan beberapa kritik dan saran terhadap teknis pelaksanaan
pesta siaga kali ini. Salah satu yang menjadi sorotan adalah pelaksanaan
upacara pembukaan yang kurang kondusif.
“Kami melihat
ada beberapa peserta
yang tidak mengikuti upacara pembukaan. Sehingga justru
membuat lingkungan di sekitar pelaksanaan upacara menajdi kurang kondusif dan
kurang terorganisir. Hal ini mudah-mudahan menjadi pelajaran yang baik untuk
pelaksanaan kegiatan selanjutnya,” ujarnya.
Lebih lanjut,
Zainur Hamid juga menyoroti kegiatan yang dilakukan para peserta. Menurutnya,
regu dari sekolah yang dikelola oleh yayasan justru tampak lebih antusias dan
lebih siap untuk mengikuti kegiatan dibandingkan dengan sekolah negeri. Hal ini
tentu perlu dijadikan bahan instropeksi bagi masing-masing pangkalan tentang
sistem keorganisasian gugus depan mereka. Harapannya, kegiatan kepramukaan di
masing-masing pangkalan tidak hanya diaktifkan ketika akan ada event atau
perlombaan saja.
Pihak panitia
menyambut baik krtitik dan saran yang disampaikan oleh semua pihak. Ketua
Panitia, Wibisono, mengakui jika dalam persiapan dan pelaksanaan acara masih
terdapat beberapa kekurangan. Dirinya berharap dapat memberikan pelayanan yang
optimal, terlepas dari kendala-kendala yang terjadi di lapangan.
“Kami mengakui
jika dalam mempersiapkan acara masih belum optimal. Namun kami berusaha sebaik
mungkin untuk bisa memfasilitasi semangat adik-adik peserta pesta siaga,”
tutupnya. (KWK)
Peliput : Humas Kwarran Tawangharjo
Penulis : Kharissa Widya Kresna
Gambar : Budi Santoso
Copyright : Hummas Kwarran Tawangharjo






0 comments:
Post a Comment