Ditinggal Pergi Pemiliknya, Satu Rumah di Desa Godan Terbakar Habis
![]() |
| Kebakaran rumah warga desa godan Keamatan Tawangharjo Selasa (7/2) malam |
Grobogan – Warga Desa Godan, Kecamatan Tawangharjo dikejutkan dengan
peristiwa kebakaran yang menghanguskan rumah salah seorang warganya pada Selasa
(7/2) malam. Kejadian kebakaran ini diketahui warga setelah saksi mata,
Riswana, melihat api menyala dari rumah Sutik dan Ibu Riswati pada pukul 20.12
WIB. Riswana mengaku baru akan megambil air wudhu saat dirinya melihat api
membumbung tinggi dari sebuah rumah yang terletak di RT 01 RW 02 Desa Godan
tersebut. Sontak, dirinya berteriak meminta bantuan dari warga sekitar.
Kebakaran
diduga terjadi karena nyala lilin yang merembet ke perabotan rumah. Saat
kejadian berlangsung, kondisi sekitar Desa Godan memang sedang mati lampu.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, sebab rumah yang terbakar tengah
dalam keadaan kosong setelah ditinggal pemiliknya, Sutik dan Riswati beserta
kedua anaknya, untuk berkunjung ke rumah mertuanya yang sedang sakit di Desa
Tarub, Kecamatan Tawangharjo, sekitar 2 km dari kediaman mereka.
Saat
ditemui di lokasi kejadian, Sutik menuturkan jika dirinya merasa sangat
terkejut atas musibah yang menimpanya dan keluarga. Istrinya bahkan sempat
jatuh pingsan saat mendengar kabar bahwa rumahnya telah ludes dimakan api. Sebelumnya,
Sutik sudah mengingatkan istrinya untuk memadamkan lilin sebelum pergi. Namun,
istrinya menolak dengan alasan lilin tersebut tinggal sedikit dan akan mati
dengan sendirinya. Meski begitu, dirinya tidak ingin menyalahkan siapa-siapa
dalam kejadian ini, dan memilih untuk pasrah.
“Kita
hanya bisa pasrah, sebab tidak ada yang menyangka jika kebakaran ini akan
terjadi. Lilin untuk menerangi rumah ditempatkan oleh istri saya di atas piring
plastik di atas kulkas. Mungkin terkena angin atau bagaimana, sehingga lilin
jatuh dan membakar barang-batang,” tuturnya.
Salah
seorang saksi mata, Rukin, mengeluarkan pernyataan senada saat ditanya tentang
penyebab kebakaran.
“Menurut
kabar yang saya dengar, penyebabnya adalah nyala lilin yang tidak dimatikan sebelum
ditinggal pergi. Saat saya sampai di sini, separuhnya (rumah Sutik,red) sudah terbakar,” jelasnya.
Sedikitnya
5 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk menjinakkan api yang telanjur
membesar. Usaha pemadaman api yang dilakukan oleh pemadam kebakaran sempat
terkendala oleh ramainya kerumunan warga, dan motor-motor warga yang diparkir
sembarangan sehingga menghalangi jalan mobil pemadam yang ingin menuju ke
lokasi. Prosesi pemadaman api memakan waktu kurang lebih satu jam hingga api
benar-benar bisa dipadamkan. Kerugian materi ditaksir mencapai puluhan juta
rupiah. (KWK)
Peliput : Humas Kwarran
Tenulis : Kharissa Widya Kresna
Gambar : Budi Santoso
Copyright : Hummas Kwarran Tawangharjo







0 comments:
Post a Comment