Pramuka

  • UPACARA PEMBUKAAN LCTP

    Upacara Pembukaan lomba LCTP kwartir ranting 11 15 08 Tawangharjo yg di selenggarakan di MA Nuril Huda Tarub. Acara di buka secara Resmi oleh Kak. Mudjiono, S.Pd.MM.selaku ka.kwarran, Upacara di Hadiri semua Ka. Mabigus sekecamatan Tawangharjo, Danramil Tawangharjo dan Kapolsek Tawangharjo.

  • HASIL LCTP KWARAN 11 15 08 TAWANGHARJO

    Hasil Kejuaraan Lomba LCTP Kwartir Ranting 11 15 08 Tawangharjo Tanggal 16 Oktober 2016 Di MA Nuril Huda Tarub.

  • PEMBINAAN DAN PEMBEKALAN CALON PESERTA LOMBA LCT

    Pembinaan dan pembekalan calon peserta lomba LCT Pramuka tingkat kab.Grobogan oleh kak Mudjiono S.Pd.MM di dampingi beberapa andalan ranting Tawangharjo, yang akan di selenggarakan besok hari Minggu tgl 23 Oktober 2016 di SMPN 3 PURWODADI

  • HASIL LCTP DAN LOMBA ADMINISTRASI KWARAN TAWANGHARJO

    Penerimaan trofi dan piala lomba administrasi KWARAN 11.15.08 Tawangharjo di SMP Negeri 3 Purwodadi tanggal 23 Oktober 2016 dimana KWARAN 11.15.08 Tawangharjo meraih Juara 2 abdimashumas dan Juara 1 Binamuda

  • Pramuka Direncanakan Masuk Pelajaran Formal

    Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan pihaknya sedang menggodok rencana memasukan Gerakan Pramuka yang semula sebagai kegiatan tambahan di luar jam sekolah untuk selanjutnya masuk jam pelajaran formal.

Sunday, 5 November 2017

Pramuli  Kwarran Tawangharjo Ikut Meriahkan Kirab Budaya Desa Wisata Tarub
Tawangharjo


Suasana meriah terlihat di sekitar Balai Desa Tarub Tawangharjo. Ratusan warga Tarub dan sekitarnya berkumpul untuk menyaksikan kirab budaya dalam rangka Haul Ki Ageng Tarub. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin tahunan Desa Tarub sebagai Desa Wisata di Kabupaten Grobogan.
Pramuli Tawangharjo dalam acara Kirab Budaya didesa wisata Tarub 05/11/2017
Selain kirab budaya masih banyak destinasi dan icon wisata di Desa Wisata Tarub, seperti wisata religi di Makam Ki Ageng Tarub dan Makam Bondan Kejawen (Lembu Peteng); Sendang Bidadari; dan wisata buah di Kebun Belimbing yang banyak tersebar di sebagian besar wilayah desa Tarub. 

Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Minggu (05/11/2017) ini turut dihadiri oleh keluarga besar Keraton Surakarta Hadiningrat dan utusan dari Pemerintah Kabupaten Grobogan. Selain itu dalam hal keamanan panitia penyelenggara juga berkerjasama dengan Linmas setempat, keluarga besar paguyupan pencak silat PSHT Terate, dan juga anggota Pramuli (Pramuka Peduli-red) Kwarran Tawangharjo.

Menariknya, dalam acara Kirab tahun ini Pramuli Kwarran Tawangharjo tidak hanya membantu mengamankan kegiatan seperti tahun-tahun sebelumnya, akan tetapi juga ikut serta dalam memeriahkan pawai, yaitu dengan mempersembahkan berbagai macam kreasi ketrampilan tangan dan atraksi.

Acara dimulai kurang lebih pada pukul 13.00 WIB dengan pembukaan oleh Kepala Desa Tarub, kemudian dilanjutkan dengan sambutan-sambutan yang salah satunya adalah dari utusan Keraton Surakarta Hadiningrat. Kurang lebih pada pukul 14.00 WIB acara dilanjutkan dengan pawai/kirab budaya, pawai dimulai dari Balai Desa Tarub dan finish di lapangan sepak bola Desa Tarub. Dalam pawai ini ditampilakan berbagai macam kreasi budaya, tak lupa pula iringan musik seperti drumband; angklung; dan rebana turut mengiringi kirab budaya dan gunungan hasil bumi dari Desa Tarub.

Setibanya di lapangan sepak bola Desa Tarub seluruh masyarakat yang menyaksikan langsung saling berebut isi gunungan hasil bumi. Suasana ricuh hampir tidak bisa terelakkan dalam acara ini. Ditambah lagi kondisi lapangan yang licin karena diguyur hujan gerimis pada siang hari sebelum pawai mengakibatkan banyak warga yang terpeleset ketika saling berebut isi gunungan. “Alhamdulillah, saya masih kebagian kacang panjang dari gunungan, meski harus berdesak-desakan dan hampir terpeleset tapi tidak masalah. Insyaallah barokah”, tutur Yusron, salah seorang warga yang turut berebut isi gunungan saat ditemui di lapangan.

Sesampainya di komplek Makam Ki Ageng Tarub acara dilanjutkan dengan pembacaan tahlil bersama dan upacara kenduri, tahlil dipimpin oleh salah seorang utusan dari Keraton Surakarta Hadiningrat. Dan lagi-lagi suasana ricuh kembali terjadi ketika pembagian berkat (makanan dalam acara kenduri-red) seusai tahlil dilaksanakan. Pembagian berkat ini merupakan acara penutup dalam rentetan acara kirab budaya dalam rangka Haul Ki Ageng Tarub.

“Saya sangat berterimakasih kepada semua pihak yang mendukung terselenggaranya acara ini. Insyaallah acara ini akan terus diselenggarakan sebagai acara tahunan di Desa Tarub sebagai salah satu destinasi dan icon Desa Tarub sebagai Desa Wisata. Semoga acara ini dapat memberikan manfaat sekaligus hiburan bagi seluruh warga Desa Tarub dan sekitarnya, serta turut mengembangkan potensi Desa Tarub sebagai salah satu Desa Wisata di Kabupaten Grobogan” tutup Ali Maskuri, Kepala Desa Tarub.

Peliput            : Septi Nandi Wibowo
Gambar           : Budi Santoso

Copyright        : Humas Kwarran Tawangharjo
Share:

Saturday, 14 October 2017

Njajah desa milang kori”, Anggota Pramuli Tawangharjo Bantu Bedah Rumah di Penawangan

Penawangan-Suasana gotong-royong  nampak di salah satu kediaman warga desa Winong-Penawangan kabupaten Grobogan. Sedikitnya sepuluh anggota Pramuli (Pramuka Peduli-red) dari Kwarran Tawangharjo turut membantu kegiatan bedah rumah milik Siti Riyanti yang diprakarsai oleh Kwartir Ranting Penawangan. Dalam kegiatan ini selain diprakarsai oleh Kwartir ranting Penawangan juga turut dibantu oleh Ikatan Alumni SPG 84 Purwodadi dalam hal pendanaan.
Kegiatan ini bermula dari usulan salah seorang anggota pengurus Kwarran Penawangan yang berdomisili di dekat rumah Siti Riyanti. Sukini menerangkan bahwa sebelum dibedah kondisi rumah ibu satu anak di desa Winong ini sangatlah memprihatinkan sehingga sangatlah perlu untuk dibantu dalam hal renovasi. “Sebelum dibedah kondisi rumah bu Siti sangatlah memprihatinkan, lebih-lebih pasca kerubuhan pohon belakang rumah saat hujan kemarin, rumahnya nyaris ambruk. Disamping itu bu Siti termasuk kurang mampu dalam hal ekonomi dan suaminya telah meninggal, sehingga sangat perlu untuk dibantu”, ungkap Sukini.
Dalam pelaksanaannya renovasi total yang dimulai dari Jum’at pagi (13/10/2017) dan selesai pada sore harinya ini ditangani langsung oleh sedikitnya 10 orang anggota pengurus Kwarran Penawangan dan dibantu oleh anggota Pramuli Tawangharjo bersama beberapa warga sekitar. Ketika ditemui di lapangan, Suparjo salah seorang anggota pengurus Kwarran Penawangan bagian Bina Muda mengatakan bahwa pihaknya bersama anggota pengurus Kwarran yang lain sangatlah merasa empati ketika mendengar kabar tersebut.Dan akhirnya disepakati oleh semua pengurus Kwarran Penawangan yang sebagian besar anggotannya adalah guru dan kepala sekolah untuk melakukan penggalangan dana guna membedah rumah Siti Riyanti ini.
“Sebenarnya bedah rumah ini bukan termasuk program kerja Kwarran, namun ini adalah praktek nyata bahwa Pramuka itu tidak hanya nyanyi-nyanyi dan tepuk-tepuk saja, tapi Pramuka adalah wadah pendidikan dan sarana membaktikan diri untuk masyarakat luas, termasuk membantu renovasi rumah bu Siti ini. Semoga kegiatan ini bisa memberikan manfaat nantinya” tutur Suparjo.
Foto bersama setelah selesai kegiatan bedah rumah jumat 13/10/2017
Pemilik rumah, Siti Riyanti mengaku sangatlah bahagia dan bersyukur ketika rumahnya dibedah. Karena sebelum dibedah total sebenarnya Siti Riyanti telah mencoba merenovasi sebagian kecil rumah kecilnya itu, khususnya pasca tertimpa pohon. Namun tetap saja tidak layak huni karena memang struktur rumahnya sudah tua dan lapuk. “Saya sangatlah bersyukur dan berterimaksaih kepada semua pihak yang telah mau membantu untuk merenovasi rumah saya. Karena memang bisa dikatakan rumah saya sudah tidak layak huni, lebih-lebih setelah tertimpa pohon saat hujan beberapa waktu yang lalu” tutur Siti Riyanti.
Sama halnya dengananggota pengurus Kwarran Penawangan, anggota Pramuli Tawangharjo juga merasa empati atas keadaan Siti Riyanti. Pramuli yang sebagian besar anggotanya adalah siswa-siswi Madrasah Aliyah ini mengaku merasa terketuk hatinya, sehingga langsung turun tangan ketika diberi komando untuk membantu. “Dalam Pramuka kita diajarkan untuk tolong-menolong dengan sesama, lebih-lebih kepada yang memerlukan bantuan. Maka sudah kewajiban kami untuk mempraktekkannya” ungkap Dian, salah seorang Pramuli asal MA Nuril Huda Tarub yang turut membantu.
Disamping itu ketika ditemui di lapangan, Ketua Pramuka Peduli Tawangharjo, Umar menjelaskan bahwa kegiatan semacam ini sangatlah bermanfaat, selain bisa membantu sesama juga akan melatih rasa kepedulian sosial para anggota Pramuka, lebih-lebih para generasi muda. Mengingat bahwa generasi muda adalah harapan kelangsungan hidup bangsa. “Apa jadinya jika generasi muda kita tidak punya kepedulian sosial? Maka pada kesempatan ini saya menghimbau kepada adik-adik Pramuli khususnya dari Kwarran Tawangharjo untuk bisa bisa belajar dari apa yang telah dilakukan oleh kakak-kakak pengurus Kwarran Penawangan ini. Tidak masalah kita jauh-jauh dari Tawangharjo ke Penawangan, kita niati untuk belajar. Seperti pepatah jawa njajah desa milang kori ” tutup Umar, ketua Pramuka Peduli Tawangharjo.SNW
Penulis             : Septi Nandi Wibowo
Gambar           : Budi Santoso
Copyright        : Humas Kwarran Tawangharjo


Share:

Monday, 14 August 2017

Sebagai Bahan Renungan Bersama, Anggota Gerakan Pramuka Kwartir Ranting 11 15 08 Tawangharjo Laksanakan Ulang Janji
Penyulutan api Dasadarma oleh petugas dalam Upacara Ulang Janji 
Tawangharjo – Pada Minggu malam tanggal 13 Agustus 2017 anggota Pramuka Kwartir Ranting 11 15 08 Tawangharjo menyelenggarakan kegiatan Ulang Janji HUT (Hari Ulang Tahun) Gerakan Pramuka Indonesia yang ke-56. Kegiatan yang dilaksanakan di SDN 3 Mayahan ini setidaknya diikuti oleh kurang lebih 100 anggota Pramuka baik dewasa maupun muda di Kwarran Tawangharjo.

Kegiatan Ulang Janji ini merupakan kegiatan rutin setiapa tahun yang dimaksudkan dalam rangka menyambut HUT Gerakan Pramuka Indonesia yang dilaksanakan di tingkat Kwartir baik Ranting sampai dengan Nasional.

Kegiatan Ulang janji Kwartir Ranting Tawangharjo ini dimulai pukul 20.00 - 23.00 WIB dan dibagi dalam dua sesi. Sesi pertama adalah kegiatan sarasehan yang dibuka oleh Ketua UPTD Pendidikan Kecamatan Tawangharjo selaku Ka Kwarran Sri Purwantini, S.Pd, MM. Dalam acara sarasehan ini dilaksanakan pula sosialisasi Uji Pramuka Garuda oleh andalan Kwarran Badrul Ahadi, kemudian dilanjutkan dengan pembahasan rencana pelaksanakan kegiatan Jambore Ranting dan LT II di Kwarran Tawangharjo. Setelah acara sarasehan selesai kurang lebih pukul 22.00 WIB, kemudian dilanjutkan dengan acara utama yaitu upacara Ulang Janji.
Acara Sarasehan sekaligus sosialisasi Uji Pramuka Garuda di tingkat Kwarran serta pembahasan rencana pelaksanaan kegiatan Jambore Ranting dan LT II Kwarran Tawangharjo

Upacara Ulang Janji dilaksanakan dengan hikmat di halaman SDN 3 Mayahan. Petugas upacara diambil dari perwakilan Pramuka Penegak dari 2 (dua) Gugusdepan di Tawangharjo, yaitu MA Nuril Huda Tarub dan MA Sunniyyah Selo, sedangkan untuk Pembina Upacara adalah Ka kwarran Tawangharjo Sri Purwantini. Upacara diikuti oleh jajaran Mabiran (Majelis Pembimbing Ranting) Tawangharjo, Pengurus Kwarran, Ka Mabigus, Pembina Gugusdepan, dan perwakilan anggota Pramuka Penegak se-Kecamatan Tawangharjo. Selain itu juga turut hadir pula perwakilan dari Koramil 08 Tawangharjo.
Ka Kwarran Tawngharjo saat memandu prosesi pembacaan Tri Satya dalam Upacara Ulang Janji

Ketika ditemui di lokasi Sugito selaku panitia kegiatan sekaligus tuan rumah di SDN 3 Mayahan menyatakan bahwa pihaknya sangat menyambut baik pelaksanaan kegiatan Ulang Janji ini. “Kegiatan Ulang Janji ini merupakan kegiatan rutin dalam rangka menyambut HUT Pramuka. Selain itu dengan adanya acara serasehan sebelum upacara Ulang Janji juga dapat memberikan wadah untuk seluruh anggota Pramuka Tawangharjo baik anggota dewasa maupun muda untuk saling bercengkrama satu sama lain, dan tentunya juga membahas kegiatan-kegiatan ke depan sesuai program kerja yang telah dibuat demi kemajuan Kwarran, seperti Uji Pramuka Garuda ditingkat Kwarran, serta rencana pelaksanaan Jambore Ranting dan LT II di Kwartir Ranting Tawangharjo yang kebetulan pula akan dilaksanakan di lapangan sepak bola SDN 3 Mayahan ini,” tutur Sugito.

Kegiatan Ulang Janji HUT Pramuka ke-56 ini diharapkan dapat menjadi renungan bersama bagi seluruh anggota Gerakan Pramuka khususnya di Kwartir Ranting 11 15 08 Tawangharjo agar dapat terus berbakti dan berdedikasi dalam pendidikan karakter bangsa. “Dengan pelaksanaan HUT Pramuka dan Ulang Janji ini, tentunya harus bisa mendasari untuk lebih meningkatnya pengabdian dan dedikasi untuk Gerakan Pramuka khususnya di Kwarran Tawangharjo. Semoga Gerakan Pramuka Indonesia semakin maju, sukses, dan tetap konsisten sebagai salah satu wadah pendidikan karakter bangsa,” tutup Sri Purwantini. SNW

Penulis            : Septi Nandi Wibowo
Gambar           : Budi Santoso


Share:

Thursday, 23 March 2017

UNIK, TEMPUH UJI SKU PENGEMBARAAN LAKSANA 7 SISWA MA SUNNIYYAH BERSEPEDA KELILINGI GROBOGAN.
7 orang pramuka penegak yang dijadwalkan mengikuti uji SKU pegembaraan dan SKK bersepeda

Tawangharjo – MA Sunniyyah Selo melaksanakan uji SKU laksana Pengembaraan dan SKK bersepeda sejak hari Selasa, 21 Maret 2017 hingga hari Kamis, 23 Maret 2017. Kegiatan ini memiliki startline di Sanggar Pramuka Kwarran Tawangharjo dan melewati 15 kecamatan di Grobogan dengan jarak tempuh sejauh 171km. dalam kegiatan ini, ada 7 orang pramuka penegak yang dijadwalkan mengikuti uji SKU pegembaraan dan SKK bersepeda. Mereka merupakan 3 orang Bantara yang berasal dari ambalan Ki Ageng Selo dan 4 orang penegak bantara dari ambalan Nyi Ageng Kunir.

Kegiatan ini dilaksanakan untuk menyelesaikan SKU pengembaraan dan menyelesaikan SKK bersepeda, sekaligus sebagai ajang untuk mengenalkan Kabupaten Grobogan secara umum kepada masyarakat. Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk melatih kondisi fisik peserta, kematangan manajemen di lapangan, serta meningkatkan komunikasi antar peserta. M. Rizal Akbar Maulana, salah satu peserta kegiatan menyatakan jika SKK bersepeda sekaligus pengembaraan ini terasa berat di awal dan cukup menguras emosi.

“Di awal kegiatan pengembaraan memang terasa berat, sebab timbul banyak masalah di lapangan yang cukup menguras emosi. Misalnya seperti peralatan peserta yang jatuh selama bersepeda. Namun kami senang, sebab kegiatan ini dapat melatih kesabaran dan kepedulian, serta kebersamaan antar peserta,” tuturnya.

Saat ditemui di Pangkalan MA Sunniyyah Selo, Sugiarto, Pembina Putra Pramuka Sunniyyah Selo menuturkan jika pihaknya ingin memberikan ruang yang seluas-luasnya untuk pengembangan diri siswa, sekaligus memotivasi mereka agar mampu mengaplikasikan ilmunya di masyarakat secara langsung. Dia juga menyampaikan terimakasih kepada seluruh pihak yang terkait dengan kegiatan ini.

“Saya mewakili MA Sunniyyah Selo mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang turut mendukung kegiatan ini, seperti Pembina Pramuka satuan Pa dan Pi MA SunniyahSelo, Polsek se-Kabupaten Grobogan, serta Pamong Saka Kencana Kwarran Gubug. Harapannya kegiatan ini bisa melatih kemandirian siswa, sehingga bisa menyelesaikan SKU laksana yang berikutnya,” jelasnya.

Setelah dua hari mengembara dalam serangkaian acara uji SKU dan SKK, para peserta tiba kembali di Sanggar Pramuka Kwarran Tawangharjo pada pukul 16.10 WIB. Para peserta disambut oleh Andalan Ranting Kwarran Tawangharjo. Wibisono, Waka Abdimas Humas Kwarran Tawangharjo yang juga turut menyambut kedatangan peserta menuturkan jika pihak Kwarran Tawangharjo mengapresiasi semangat daya juang para peserta.

“Kami berharap para peserta tetap bisa mempertahankan semangat dan kecintaanya terhadap gerakan pramuka. Selain untuk menuntaskan tugas dalam rangka ujian SKU dan SKK ini, para peserta juga mengemban misi untuk mengenali dan menyebarluaskan potensi wisata Kabupaten Grobogan. Semoga apa yang telah dilakukan oleh para peserta ini bisa memberikan teladan yang baik untuk teman-teman yang lain,” jelasnya saat ditemui di Sanggar Pramuka Kwarran Tawangharjo.  


Secara umum, kegiatan ini berjalan cukup lancar. Meskipun beberapa peserta mengalami bengkak pada kaki akibat adaptasi dengan kondisi bersepeda, namun hal ini bisa langsung diatasi sehingga tidak menganggu jalannya kegiatan.  Harapan kedepannya, kegiatan ini bisa menjadi kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh anggota Pramuka gugus depan di MA Sunniyyah Selo. (KWK)

Peliput             : Humas Kwarran Tawangharjo
Penulis             : Kharissa Widya Kresna
Copyright        : Hummas Kwarran Tawangharjo
Share:

Friday, 10 March 2017

SAKA WANABAKTI KWARRAN TAWANGHARJO GELAR PERKEMAHAN ORIENTASI UNTUK CALON ANGGOTA





Tawangharjo – Sejumlah 21 orang anggota pramuka golongan penegak dan pandega mengikuti perkemahan orientasi untuk calon anggota Saka Wanabakti pada hari Kamis hingga Jumat, 9-10 Maret 2017. Kegiatan ini diadakan untuk menindak lanjuti keinginan para anggota pramuka penegak dan pandega yang memiliki minat dalam bidang kehutanan dan berniat untuk bergabung dalam Saka Wanabakti. Rangkaian kegiatan dimulai sejak Kamis sore dan diakhiri pada Jumat pagi. Sejumlah kegiatan dan materi ke-Saka Wanabakti-an pun dipersiapkan untuk membekali calon anggota sebelum nantinya bergabung secara resmi dalam Saka.

Perkemahan Orientas bertempat di SDN 2 Pojok, Kecamatan Tawangharjo. Peserta terdiri dari siswa dan siswi MA yang ada di wilayah Kwarran Tawangharjo, di antaranya adalah MA Sunniyyah Selo dan MA Nuril Huda Tarub. Uniknya, perkemahan ini ditunjang dengan kegiatan Outbond dan penjelajahan malam. Kedua sesi acara ini dipersiapkan untuk mengakrabkan sesama calon anggota saka, sekaligus sebagai sarana transfer pengetahuan mengenai lingkungan di sekitar para calon anggota.

Agus Winarno, salah satu Pamong Saka  yang ikut turun serta mendampingi dan mengisi salah satu materi menuturkan jika semua sesi acara dalam kegiatan ini haruslah bersifat mendidik dan jauh dari kekerasan dalam bentuk apapun.

“Jika memang kegiatan-kegiatan yang rawan seperti penjelajahan malam harus dilakukan, maka pihak panitia harus siap untuk terus mendampingi dan memantau para peserta. Selain itu, jangan sampai ada bentuk kekerasan sekecil apapun, baik kekerasan secara fisik maupun kekerasan secara verbal. Hal ini penting untuk diperhatikan, apalagi dalam acara-acara yang seharusnya menjadi ajang untuk mengembangkan diri,” jelasnya.

Sementara saat ditemui di lokasi kegiatan, Umar, salah seorang Andalan Ranting Kwarran Tawangharjo Kabid Abdimas Humas yang juga merupakan Kepala SDN 2 Pojok mengaku jika pihaknya (baik Kwarran Tawangharjo maupun Keluarga SDN 2 Pojok) siap memberikan dukungan yang diperlukan selama kegiatan.


“Jika ini berhubungan dengan kepramukaan Kwarran Tawangharjo, kami siap memberikan dukungan semampu kami. Jika hari ini kegiatan perkemahan dilaksanakan di lingkungan Kwarran Tawangharjo khususnya di SDN 2 Pojok, maka kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaannya dan mohon maaf jika dalam kegiatan ini kami masih belum bisa menjadi Tuan Rumah yang baik. Semoga apa yang kita laksanakan di sini bisa membawa manfaat yang baik untuk seluruh pihak,” tutupnya. [KWK]

Peliput             : Humas Kwarran Tawangharjo
Penulis             : Kharissa Widya Kresna


Copyright        : Hummas Kwarran Tawangharjo
Share:

Saturday, 4 March 2017

SERANGKAIAN HUT GROBOGAN KE- 291, BUPATI GROBOGAN ZIARAH KE KI AGENG TARUB DAN KI AGENG SELO

Bupati Grobogan, Sri Sumarni, melakukan ziarah ke makam Ki Ageng Tarub dan Ki Ageng Selo pada hari Sabtu, 4 Maret 2017 ( Humas Kwarran Tawangharjo)
Tawangharjo – Bupati Grobogan, Sri Sumarni, melakukan ziarah ke makam Ki Ageng Tarub dan Ki Ageng Selo pada hari Sabtu, 4 Maret 2017. Kegiatan ziarah ini merupakan bagian dari serangkaian acara menyambut Hari Jadi Kabupaten Grobogan yang ke-2

91. Sebelumnya, serangkaian acara sudah diawali dengan tradisi Boyong Grobog pada hari Kamis, (2/3/2017).

Serangkaian acara peringatan HUT Grobogan merupakan agenda tahunan kabupaten Grobogan yang bertujuan untuk memberikan penghargaan kepada Adipati Martopuro atau Pangeran Puger yang merupakan pendiri sekaligus bupati pertama Kabupaten Grobogan. Sedangkan acara ziarah ini bertujuan untuk memberikan penghormatan kepada leluhur Kabupaten Grobogan. Agenda Ziarah diawali dengan mengunjungi makam Ki Ageng Tarub yang terletak di Desa Tarub, Kecamatan Tawangharjo, dan dilanjutkan ke makam Ki Ageng Selo yang terletak di Desa Selo, Kecamatan Tawangharjo, sekitar 3 km dari makam Ki Ageng Tarub.

Dalam sambutannya saat ditemui di Makam Ki Ageng Selo, Sri Sumarni menuturkan jika pihak pemerintah Kabupaten Grobogan mengapresiasi segala bentuk persiapan yang telah dilakukan oleh warga desa Selo dan Tarub demi kelancaran acara ini.

Beberapa pejabat daerah turut menemani Sri Sumarni melakukan Ziarah. Anggota Pramuka Peduli Kwarran Tawangharjo pun tidak mau ketinggalan untuk turut serta ambil bagian dalam event ini. Sedikitnya ada 20 anggota Pramuka Peduli dan 15 andalan ranting Kwarran Tawangharjo turun tangan melakukan pengamanan dan pengawalan di sekitar lokasi ziarah.
apel pagi sebelum turun ke lokasi, Waka Abdimas Humas, Wibisono 

Dalam apel pagi sebelum turun ke lokasi, Waka Abdimas Humas, Wibisono, menuturkan jika peran pramuka peduli dalam kegiatan ziarah merupakan tugas yang harus dilakukan dengan hati yang senang, sebab hal ini merupakan perwujudan bakti pramuka kepada nama baik Kwarran Tawangharjo serta untuk Kabupaten Grobogan.


“Kami berharap kepada adik-adik yang ikut dalam kegiatan ini bisa melakukan tugasnya dengan hati yang senang dan ikhlas. Sebab ini adalah dharma bakti pramuka peduli kepada Kwarran Tawangharjo serta kepada Kabupaten kita yang sedang merayakan hari jadinya,” tuturnya. (KWK)
Share:

Friday, 3 March 2017

MA NURIL HUDA TARUB GELAR LINTAS ALAM UNTUK KUATKAN KARAKTER KEPRAMUKAAN
 
Upacara Pelepasan Peserta Lintas Alam Gugus Depan MA Nurril Huda Tarub Kwarran. Tawangharjo 03/03/2017

Tawangharjo - Jumat, 3 Maret 2017, Ambalan Ki Hajar Dewantara dan RA Kartini pangkalan MA Nuril Huda Tawangharjomengadakan kegiatan lintas alam di daerah Tawangharjo. Kegiatan ini diikuti oleh 37 orang siswa kelas X, yang terdiri dari 10 pa dan 27 pi. Kegiatan ini merupakan agenda Sangga Kerja MA Nuril Huda, yang berjumlah 17 orang dari kelas XI.

Kegiatan lintas alam ini bertujuan untuk membentuk karakter para peserta. Nilai-nilai kepribadian kepramukaan yang ini ditanamkan antara lain adalah kedisiplinan, tanggung jawab, pemecahan masalah, kerja sama, dan kebersamaan serta persaudaraan. Hal ini diperlukan untuk merangsang para peserta untuk berproses menemukan jati diri, sehingga bisa menjadi pramuka penegak yang tangguh baik secara fisik maupun secara mental. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu memberikan wawasan yang lebih luas untuk para peserta.

Sebagaimana yang dikatakan oleh salah satu panitia kegiatan, kegiatan ini diharapkan bisa menjadi wadah yang positif untuk pengembangan diri peserta. Selain itu, kegiatan ini juga bisa menjadi kesempatan yang baik untuk mengasah jati diri pramuka dalam pribadi para peserta.

“Semoga kegiatan ini bisa menjadi wadah untuk para peserta, dan seluruh pihak yang terlibat untuk bisa saling bekerja sama, menjaga kekompakan, serta menumbuhkan karakter dengan jiwa kepramukaan,” tuturnya. Dia yang tidak ingin disebutkan namanya ini juga menuturkan jika kegiatan lintas alam kali ini lebih santai dan diselingi dengan canda tawa. Tidak ada kendala berarti dalam pelaksanaan kegiatan, sehingga semuanya berjalan dengan lancar dari awal hingga akhir acara.

Selain kegiatan penjelajahan, dalam serangkaian acara lintas alam ini juga terdapat kegiatan outbond serta forum kritikan. Menurut Nadia, salah satu peserta yang ditemui di sela-sela kegiatan, mengatakan jika kegiatan ini cukup menyenangkan. Meskipun suasana kegiatan tidak terlalu formal, namun para peserta tetap melaksanakan kegiatan dengan penuh tanggung jawab.

“Kegiatan ini cukup seru, suasananya asik, sebab kakak-kakak pendamping yang mendampingi kegiatan kami tidak galak dan semena-mena,” pungkasnya. (KWK) 

Peliput             : Humas Kwarran
Penulis             : Kharissa Widya Kresna
Gambar           :  Ahzan Sarwono
Share:

Friday, 24 February 2017

PRAMUKA PEDULI KWARRAN TAWANGHARJO BAGIKAN 150 BIBIT TANAMAN MEMPERINGATI BODEN POWELL DAY


Grobogan – Pada hari Jumat (24/2), Pramuka Peduli Kwaarran Tawangharjo mengadakan penghijauan untuk memperingati Boden Powell Day 2017 yang jatuh pada tanggal 22 Febuari lalu. Kegiatan pengijauan ini berupa pembagian bibit tanaman kepada 14 pangkalan yang ada di Tawangharjo. Setiap pangkalan mendapat supplay bibit tanaman sebanyak 10 buah pohon, sekaligus dibantu penanamannya oleh anggota Pramuka Peduli Kwarran Tawangharjo.

Sebelum memulai kegiatan, 30 anggota Pramuka Peduli Kwarran Tawangharjo yang terdiri dari 27 penegak pa dan pi serta 3 orang andalan ranting Tawangharjo terlebih dahulu melakukan apel pagi sekaligus upacara pembukaan kegiatan penanaman pohon. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kak Umar, Kabid Abdimas Humas Kwarran Tawangharjo. Dalam sambutannya, Umar berharap kegiatan ini bias menjadi kegiatan yang bermanfaat untuk pangkalan sasaran dan Kwarran Tawangharjo.

“Kami menaruh harapan yang cukup besar dalam kegiatan penghijauan ini. Semoga kegiatan yang dilaksanakan untuk memperingati Boden Powell Day ini bias membawa dampak positif bagi Gerakan Pramuka Kwarran Tawangharjo, kaitannya dengan dharma baktinya kepada masyarakat. Kami selaku andalan ranting juga menghimbau kepada peserta yang terlibat dalam acara ini untuk tetap menjaga sopan santunnya baik di lokasi bakti maupun sepanjang perjalanan. Tugas ini harus dilaksanakan dengan sebaik mungkin, sebab kita membawa nama Pramuka peduli dan Kwarran Tawangharjo,” tuturnya.

Kegiatan pembagian dan penanaman bibit pohon sendiri dimulai pada pukul 08-00 dan selesai pada pukul 11-00 WIB. Sedikitnya ada 150 bibit pohon yang diidstribusikan ke 14 pangkalan SD Negeri, 1 MI, dan 1 MA. Teknis pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam beberapa kelompok kerja, sehingga lebih menghemat waktu. Setelah semua kegiatan selesai, seluruh kelompok kerja kembali berkumpul di Sanggar Pramuka Kwarran Tawangharjo.  Acara ditutup oleh WAKA Kwarran Tawangharjo bidan Abdimas Humas, Wibisono.


“Melihat respon positif yang diperlihatkan warga pangkalan yang dijadikan lokasi bakti, kami dari pihak Kwarran Tawangharjo menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta penanaman pohon yang tergabung dalam kelompok-kelompok kerja. Kinerja adik-adik semua patut diapresiasi setinggi-tingginya. Lebih lanjut, kami berharap agar kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan dalam peringatan Boden Powell Day di Kwarran Tawangharjo bias memberikan sebuah kemajuan yang positif untuk Gerakan Pramuka di Tawangharjo, serta bisa menjadi sumbang sih untuk Gerakan Pramuka Indonesia,” tutupnya. (KWK)
Share:

Sunday, 19 February 2017

650 PRAMUKA SIAGA BERKOMPETISI DALAM PESTA SIAGA KWARRAN TAWANGHARJO 2017

Pesta Siaga Kwartir Ranting 11 15 08 Tawangharjo dibuka secara resmi oleh Ibu Sri Purwantini ( Ka. Kwarran) 18/02/2017


Grobogan – Sedikitnya 650 pramuka siaga terdiri 30 barung pa dan 35 barung pi se-kwarran Tawangharjo mengikuti Pesta Siaga Kwarran Tawangharjo pada hari Sabtu, 18 Febuari 2017. Kegiatan Pesta Siaga yang diadakan di SDN 1 Plosorejo dan SDN 3 Plosorejo ini mengusung tema “Pramuka Siaga yang Beriman, Jujur, dan Berprestasi. Acara pun berlangsung cukup meriah. Penampilan Marching Band dari SDN 3 Plosorejo, sebagai tuan rumah Pesta Siaga, berhasil memantik semangat para peserta.

Rencananya, ada 10 taman bermain yang dipersiapkan untuk mengasah keterampilan dan jiwa pramuka para peserta. 10 taman tersebut adalah Taman Kepribadian, Taman Kepedulian Lingkungan, Taman Bumbung Kemanusiaan, Taman Kereta Bola, Taman Yel-yel, Taman Gerak dan Lagu, Taman Toleransi Beragama, Taman Ketaqwaan kepad Tuhan Yang Maha Esa, Taman Bermain Peran, serta Taman Kecerdasan dan Ingatan. Dari kesepuluh taman ini, taman yel-yel merupakan taman yang paling banyak menarik perhatian peserta. Selain karena letaknya yang berada di luar ruangan sehingga bisa dilihat oleh seluruh peserta, taman ini juga menampilkan kreativitas dan semangat para peserta.

Dalam event ini, kreativitas peserta memang menjadi titik fokus yang paling diutamakan. Seperti yang telah disampaikan oleh Ka-Kwarran Tawangharjo dalam sambutannya, Event Pesta Siaga ini diharapkan bisa menjadi ajang pendalaman karakter dan jiwa pramuka.

“Saya secara pribadi mengucapkan selamat mengikuti kegiatan pesta siaga kepada para peserta. Selamat mengembangkan diri dan memberikan yang terbaik untuk pangkalan masing-masing,” tutur Sri Purwantini. Dirinya juga berharap kegiatan ini bisa menjadi titik tolak bagi perkembangan kepramukaan di Kwarran Tawangharjo.

Secara umum, pelaksanaan pesta siaga tahun ini bisa dibilang cukup lancar dan tertib. Peraturan selama kegiatan juga sudah diperketat dan dipatuhi dengan baik oleh para peserta. Meskipun ada beberapa kendala seperti keterlambatan peserta dan antusiasme warga yang ingin menonton kegiatan, namun hal ini bisa segera diatasi oleh panitia kegiatan.

Zainur Hamid, salah satu perwakilan dari Kwarcab Grobogan yang turut memantau pelaksanaan pesta siaga menjabarkan beberapa kritik dan saran terhadap teknis pelaksanaan pesta siaga kali ini. Salah satu yang menjadi sorotan adalah pelaksanaan upacara pembukaan yang kurang kondusif.

“Kami melihat ada beberapa peserta
yang tidak mengikuti upacara pembukaan. Sehingga justru membuat lingkungan di sekitar pelaksanaan upacara menajdi kurang kondusif dan kurang terorganisir. Hal ini mudah-mudahan menjadi pelajaran yang baik untuk pelaksanaan kegiatan selanjutnya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Zainur Hamid juga menyoroti kegiatan yang dilakukan para peserta. Menurutnya, regu dari sekolah yang dikelola oleh yayasan justru tampak lebih antusias dan lebih siap untuk mengikuti kegiatan dibandingkan dengan sekolah negeri. Hal ini tentu perlu dijadikan bahan instropeksi bagi masing-masing pangkalan tentang sistem keorganisasian gugus depan mereka. Harapannya, kegiatan kepramukaan di masing-masing pangkalan tidak hanya diaktifkan ketika akan ada event atau perlombaan saja.

Pihak panitia menyambut baik krtitik dan saran yang disampaikan oleh semua pihak. Ketua Panitia, Wibisono, mengakui jika dalam persiapan dan pelaksanaan acara masih terdapat beberapa kekurangan. Dirinya berharap dapat memberikan pelayanan yang optimal, terlepas dari kendala-kendala yang terjadi di lapangan.


“Kami mengakui jika dalam mempersiapkan acara masih belum optimal. Namun kami berusaha sebaik mungkin untuk bisa memfasilitasi semangat adik-adik peserta pesta siaga,” tutupnya. (KWK)

Peliput             : Humas Kwarran Tawangharjo
Penulis             : Kharissa Widya Kresna
Gambar           :  Budi Santoso


Copyright        : Hummas Kwarran Tawangharjo
Share:

Tuesday, 14 February 2017

TUNJUKKAN KEPEDULIAN, KWARRAN TAWANGHARJO GALANG BANTUAN UNTUK KORBAN KEBAKARAN DI GODAN

Perwakilan dari Kwarran Tawangharjo datang menyambangi rumah warga yang terkena musibah kebakaran didesa Godan
( Humas Kwarran Tawangharjo)

Grobogan – Hari ini, Selasa (14/2), Perwakilan dari Kwarran Tawangharjo, Pramuka Peduli, serta perwakilan dari MA Sunniyyah Selo dan MA Nuril Huda Tarub datang menyambangi rumah Sutik, warga Dusun Godan Timur, yang rumahnya habis terbakar pada Selasa, 7 Febuari 2017 yang lalu. Kedatangan mereka bertujuan untuk menyampaikan bantuan yang telah terkumpul dari seluruh siswa SD dan MI serta MA se-Kecamatan Tawangharjo. Sepala Desa Godan, Suwardi, juga tampak berada di tengah rombongan.

Acara dibuka oleh WAKA ABDIMAS HUMAS Kwarran Tawangharjo, Wibisono. Dilanjut dengan sambutan Ka-Kwarran Tawangharjo dan Kepala Desa Godan, serta sepatah dua patah kata dari pemilik rumah, Sutik. Dalam kunjungan hari ini, Sri Purwantini selaku Ka-Kwarran Tawangharjo menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas kejadian yang telah menimpa Sutik dan keluarganya. Dirinya berharap apa yang disampaikan oleh Kwarran Tawangharjo tidak dipandang dari segi nilai nominalnya, melainkan dari sisi kepedulian dan kebermanfaatannya.

“Kami hanya bisa mengumpulkan bantuan semampu kami. Mungkin tidak bisa dipandang besar dalam jumlah nominalnya, tetapi kami harap ini bisa menjadi sebuah pembuka silaturahmi yang baik antara keluarga bapak Sutik dengan Kwarran Tawangharjo. Harapannya yang sedikit dari kami ini bisa memberi manfaat kepada bapak Sutik dan keluarga, sehingga bisa sedikit mengobati rasa kecewa yang sedang dirasakan,” tuturnya.

Bantuan berupa Sembako dan sejumlah uang dari Kwarran Tawangharjo pun diserahkan langsung oleh beliau kepada Sutik dan keluarga. Bantuan ini belum termasuk bantuan yang diberikan oleh MA Sunniyyah Selo dan MA Nuril Huda Tarub. Saat ditemui di lokasi kejadian, perwakilan siswa MA Sunniyyah Selo yang ikut dalam acara penyampaian bantuan menuturkan jika kegiatan ini merupakan sebuah kegiatan positif untuk melatih kepekaan terhadap sekitar.

“Pengumpulan bantuan seperti ini sebenarnya membawa dampak yang baik untuk siswa, sebab bisa melatih kepedulian dan kepekaan kami terhadap lingkungan sekitar. Sehingga kami menyambut baik ajakan  Pramuka Peduli untuk turut mengumpulkan bantuan untuk Pak Sutik,” jelas Rizal, salah satu siswa MA Sunniyah Selo.


Di penghujung acara, Kepala Desa Godan menyampaikan harapannya agar tidak ada lagi musibah kebakaran yang menimpa warga Desa Godan. Dirinya berpesan kepada Sutik dan keluarganya, serta seluruh yang hadir dalam acara ini untuk tetap berhati-hati dan waspada dalam kondisi apa saja. Pihaknya berharap musibah ini dapat menjadi pelajaran baik bagi siapapun, sehingga kelak tidak lagi terulang kepada orang lain.

Peliput             : Humas Kwarran Tawangharjo
Penulis             : Kharissa Widya Kresna
Gambar           :  Budi Santoso
Copyright        : Hummas Kwarran Tawangharjo

Share:

Friday, 10 February 2017


Penghijauan Tahap ke-2 Dsn Sreman Ds.Pojok Kec. Tawangharjo
Grobogan – Pada jumat pagi (10/2), hiruk pikuk terlihat di Dusun Sreman, Desa Pojok Kecamatan Tawangharjo. Aktivitas yang tidak biasa ini disebabkan oleh diadakannya Penanaman Pohon yang diselenggarakan oleh Karang Taruna Dusun Sreman. Acara ini bahkan melibatkan Koramil Tawangharjo, Perhutani Kecamatan Tawangharjo, serta Pramuka Peduli Kwarran Tawangharjo.

Meski diguyur hujan sejak pagi, kegiatan penanaman pohon tetap dapat terlaksana dengan baik. Sedikitnya ada 200 bibit pohon yang berhasil ditanam sejauh 500 meter di pinggir jalan Dusun Sreman. Bibit-bibit tersebut terdiri dari bibit pohon Jambu, Sengon, Kelengkeng, dan Mindik.

Antusiasme panitia dan warga sekitar tampak di sepanjang acara penanaman pohon. Kegiatan ini merupakan penanaman pohon kedua, setelah periode yang pertama berhasil dilaksanakan pada tahun 2016 yang lalu. Kustadi, pemberi bantuan bibit, menyatakan jika dirinya sangat mendukung program penanaman pohon ini. Dirinya bahkan berharap kegiatan seperti ini bisa dilaksanakan di seluruh wilayah Desa Pojok.

“Saya dan warga sekitar tentu akan selalu mendukung kegiatan positif seperti ini. Kami berharap kegiatan penanaman pohon tidak hanya diadakan di Dusun Sreman saja, tetapi juga di wilayah lain di Desa Pojok. Kami bangga memiliki anak-anak muda yang peduli dengan lingkungan,” tuturnya saat ditemui di lokasi penanaman pohon.

Di lokasi yang sama, Khoirul Soim, ketua Karang Taruna Dusun Sreman, menyatakan jika kegiatan ini bertujuan untuk menyukseskan program penghijauan yang sedang digalakkan oleh Dusun Sreman. Lelaki berusia 26 tahun ini juga menuturkan jika pihaknya merasa lega sebab kegiatan penanaman pohon ini mendapatkan dukungan dari banyak pihak.

“Kami ingin turut menyukseskan kegiatan penghijauan di Desa Sreman. Kami juga berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dan bantuan, baik berupa bibit maupun yang memberikan bantuan dengan terjun langsung ke lokasi penanaman. Kami berharap dukungan yang diberikan tidak hanya berhenti sampai di sini, tetapi berlanjut hingga ke perawatan tanaman-tanaman tersebut, sehingga tujuan jangka panjang dari penanaman pohon ini bisa tercapai secara maksimal,” ucapnya mewakili teman-teman Karang Taruna Dusun Sreman.

Anggota Pramuka Peduli Tawangharjo, yang turut mensukseskan kegiatan penanaman pohon, bahu-membahu dengan warga untuk menanam ratusan bibit pohon yang tersedia. Berkat kerjasama ini, seluruh bibit pohon telah berhasil ditanam sebelum waktu Sholat Jumat tiba. Pihak Pramuka Peduli mengaku siap untuk membantu kegiatan masyarakat yang sifatnya positif, termasuk kegiatan penanaman pohon.

“Hal ini kami lakukan untuk memperat hubungan dengan masyarakat, juga untuk menunjukkan pada warga jika kepramukaan siap membantu dalam kondisi apapun,” tutur koordinator Pramuka Peduli, Budi Santoso. “Pramuka Peduli tidak hanya sekedar membantu mereka yang terkena bencana. Memastikan acara masyarakat berjalan dengan baik dan sukses juga merupakan sebagian dari tugas kami.” pungkasnya. (KWK)


Peliput             : Humas Kwarran Tawangharjo
Tenulis             : Kharissa Widya Kresna
Gambar           :  Budi Santoso
Copyright        : Hummas Kwarran Tawangharjo


Share:

Wednesday, 8 February 2017

Ditinggal Pergi Pemiliknya, Satu Rumah di Desa Godan Terbakar Habis

Kebakaran rumah warga desa godan Keamatan Tawangharjo Selasa (7/2) malam
Grobogan – Warga Desa Godan, Kecamatan Tawangharjo dikejutkan dengan peristiwa kebakaran yang menghanguskan rumah salah seorang warganya pada Selasa (7/2) malam. Kejadian kebakaran ini diketahui warga setelah saksi mata, Riswana, melihat api menyala dari rumah Sutik dan Ibu Riswati pada pukul 20.12 WIB. Riswana mengaku baru akan megambil air wudhu saat dirinya melihat api membumbung tinggi dari sebuah rumah yang terletak di RT 01 RW 02 Desa Godan tersebut. Sontak, dirinya berteriak meminta bantuan dari warga sekitar.

Kebakaran diduga terjadi karena nyala lilin yang merembet ke perabotan rumah. Saat kejadian berlangsung, kondisi sekitar Desa Godan memang sedang mati lampu. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, sebab rumah yang terbakar tengah dalam keadaan kosong setelah ditinggal pemiliknya, Sutik dan Riswati beserta kedua anaknya, untuk berkunjung ke rumah mertuanya yang sedang sakit di Desa Tarub, Kecamatan Tawangharjo, sekitar 2 km dari kediaman mereka.

Saat ditemui di lokasi kejadian, Sutik menuturkan jika dirinya merasa sangat terkejut atas musibah yang menimpanya dan keluarga. Istrinya bahkan sempat jatuh pingsan saat mendengar kabar bahwa rumahnya telah ludes dimakan api. Sebelumnya, Sutik sudah mengingatkan istrinya untuk memadamkan lilin sebelum pergi. Namun, istrinya menolak dengan alasan lilin tersebut tinggal sedikit dan akan mati dengan sendirinya. Meski begitu, dirinya tidak ingin menyalahkan siapa-siapa dalam kejadian ini, dan memilih untuk pasrah.

“Kita hanya bisa pasrah, sebab tidak ada yang menyangka jika kebakaran ini akan terjadi. Lilin untuk menerangi rumah ditempatkan oleh istri saya di atas piring plastik di atas kulkas. Mungkin terkena angin atau bagaimana, sehingga lilin jatuh dan membakar barang-batang,” tuturnya.

Salah seorang saksi mata, Rukin, mengeluarkan pernyataan senada saat ditanya tentang penyebab kebakaran.

“Menurut kabar yang saya dengar, penyebabnya adalah nyala lilin yang tidak dimatikan sebelum ditinggal pergi. Saat saya sampai di sini, separuhnya (rumah Sutik,red)  sudah terbakar,” jelasnya.


Sedikitnya 5 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk menjinakkan api yang telanjur membesar. Usaha pemadaman api yang dilakukan oleh pemadam kebakaran sempat terkendala oleh ramainya kerumunan warga, dan motor-motor warga yang diparkir sembarangan sehingga menghalangi jalan mobil pemadam yang ingin menuju ke lokasi. Prosesi pemadaman api memakan waktu kurang lebih satu jam hingga api benar-benar bisa dipadamkan. Kerugian materi ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. (KWK)

Peliput             : Humas Kwarran
Tenulis             : Kharissa Widya Kresna
Gambar           :  Budi Santoso

Copyright        : Hummas Kwarran Tawangharjo
Share:

Saturday, 21 January 2017

KWARRAN TAWANGHARJO GELAR SERTIJAB KA-KWARRAN BARU

Serah terima ka.kwarran lama Kak Mudjiono kepada Ka. Kwarran Baru Kak Sri Purwantini
Kwartir Ranting (Kwarran) 11 05 08 Tawangharjo melaksanakan acara Serah Terima Jabatan Ka-Kwarran pada hari Sabtu, (21/01). Acara sertijab ini diadakan dalam rangka melepas Ka-Kwarran lama, Mujiono, yang dipindahtugaskan ke UPTD Pendidikan Kec. Pulokulon
sekaligus menyambut Ka-Kwarran baru, Sri Purwantini. Acara diwarnai dengan suasana haru, terbukti dari beberapa peserta acara yang tampak meneteskan air mata ketika Ka-Kwarran lama mengucapkan pesan sebelum secara resmi menyerahkan jabatannya.

Acara sertijab Ka-Kwarran disaksikan secara langsung oleh Kepala Sekolah se-Kecamatan Tawangharjo, Operator sekolah se-Kecamatan Tawangharjo, serta anggota Opera Van Tawangharjo (OVT). Yang unik dari acara ini adalah pemotongan puncak tumpeng sebagai simbol pelepasan jabatan Ka-Kwarran lama dan penyerahan jabatan ke Ka-Kwarran baru. Tumpeng sengaja dihadirkan untuk memperkuat kesan filosofis agar Kwarran Tawangharjo tetap berada dalam puncak prestasinya, tidak peduli siapapun Ketua Kwarran yang memimpin.

Lebih lanjut, Mujiono menuturkan bahwa dirinya berat untuk meninggalkan Kwarran Tawangharjo yang menurutnya sudah bisa berjalan secara mandiri, serta memiliki banyak prestasi yang membanggakan selama tiga tahun terakhir. Dirinya berharap dengan Ka-Kwarran baru, prestasi Kwarran Tawangharjo harus tetap membanggakan, lebih-lebih jika bisa meningkat dari sebelumnya.

“Selama tiga tahun bersama membangun Kwarran Tawangharjo hingga bisa menjadi seperti sekarang adalah kebanggaan yang tidak bisa saya tinggalkan, meski emblem Ka-Kwarran sudah berpindah kepada Ka-Kwarran yang baru. Harapannya, dengan Ka-Kwarran baru, kebanggaan dan semangat saya selama disini bisa diteruskan. Seluruh Andalan Ranting, Pramuka Peduli, dan Team Support bisa terus saling mendukung dan membantu untuk membuat Kwarran Tawangharjo semakin berjaya,” tuturnya.

Pesan Ka-Kwarran lama disambut baik oleh Ka-Kwarran baru, Sri Purwantini. Sebagai Ka-Kwarran baru, dirinya berjanji untuk terus memberikan yang terbaik untuk meneruskan apa yang telah dimulai oleh Ka-Kwarran sebelumnya. Bahkan pihaknya akan senantiasa siap untuk menjalin kerjasama yang baik dengan Kwarran Pulokulon.

Acara ditutup dengan penyerahan tali asih dari Mujiono kepada Pramuka Peduli Tawangharjo, dilanjutkan dengan penyerahan kenang-kenangan dari untuk beliau dari pihak Kwarran Tawangharjo, Kelompok Kerja Operator Sekolah, serta dari anggota OVT. (Kresna)

Kharissa Widya Kresna

085643552184
Share:

VIDEO PRAMUKA

Powered by Blogger.