“Njajah desa milang kori”, Anggota Pramuli Tawangharjo Bantu Bedah
Rumah di Penawangan
Penawangan-Suasana
gotong-royong nampak di salah satu
kediaman warga desa Winong-Penawangan kabupaten Grobogan. Sedikitnya sepuluh
anggota Pramuli (Pramuka Peduli-red) dari Kwarran Tawangharjo turut membantu
kegiatan bedah rumah milik Siti Riyanti yang diprakarsai oleh Kwartir Ranting
Penawangan. Dalam kegiatan ini selain diprakarsai oleh Kwartir ranting Penawangan
juga turut dibantu oleh Ikatan Alumni SPG 84 Purwodadi dalam hal pendanaan.
Kegiatan
ini bermula dari usulan salah seorang anggota pengurus Kwarran Penawangan yang
berdomisili di dekat rumah Siti Riyanti. Sukini menerangkan bahwa sebelum
dibedah kondisi rumah ibu satu anak di desa Winong ini sangatlah memprihatinkan
sehingga sangatlah perlu untuk dibantu dalam hal renovasi. “Sebelum dibedah
kondisi rumah bu Siti sangatlah memprihatinkan, lebih-lebih pasca kerubuhan
pohon belakang rumah saat hujan kemarin, rumahnya nyaris ambruk. Disamping itu
bu Siti termasuk kurang mampu dalam hal ekonomi dan suaminya telah meninggal,
sehingga sangat perlu untuk dibantu”, ungkap Sukini.
Dalam
pelaksanaannya renovasi total yang dimulai dari Jum’at pagi (13/10/2017) dan
selesai pada sore harinya ini ditangani langsung oleh sedikitnya 10 orang anggota
pengurus Kwarran Penawangan dan dibantu oleh anggota Pramuli Tawangharjo
bersama beberapa warga sekitar. Ketika ditemui di lapangan, Suparjo salah
seorang anggota pengurus Kwarran Penawangan bagian Bina Muda mengatakan bahwa
pihaknya bersama anggota pengurus Kwarran yang lain sangatlah merasa empati
ketika mendengar kabar tersebut.Dan akhirnya disepakati oleh semua pengurus
Kwarran Penawangan yang sebagian besar anggotannya adalah
guru dan kepala sekolah untuk melakukan penggalangan dana guna membedah rumah
Siti Riyanti ini.
“Sebenarnya
bedah rumah ini bukan termasuk program kerja Kwarran, namun ini adalah praktek
nyata bahwa Pramuka itu tidak hanya nyanyi-nyanyi dan tepuk-tepuk saja, tapi
Pramuka adalah wadah pendidikan dan sarana membaktikan diri untuk masyarakat
luas, termasuk membantu renovasi rumah bu Siti ini. Semoga kegiatan ini bisa
memberikan manfaat nantinya” tutur Suparjo.
| Foto bersama setelah selesai kegiatan bedah rumah jumat 13/10/2017 |
Sama
halnya dengananggota pengurus Kwarran Penawangan, anggota Pramuli Tawangharjo
juga merasa empati atas keadaan Siti Riyanti. Pramuli yang sebagian besar
anggotanya adalah siswa-siswi Madrasah Aliyah ini mengaku merasa terketuk
hatinya, sehingga langsung turun tangan ketika diberi komando untuk membantu.
“Dalam Pramuka kita diajarkan untuk tolong-menolong dengan sesama, lebih-lebih
kepada yang memerlukan bantuan. Maka sudah kewajiban kami untuk
mempraktekkannya” ungkap Dian, salah seorang Pramuli asal MA Nuril Huda Tarub
yang turut membantu.
Disamping
itu ketika ditemui di lapangan, Ketua Pramuka Peduli Tawangharjo, Umar
menjelaskan bahwa kegiatan semacam ini sangatlah bermanfaat, selain bisa
membantu sesama juga akan melatih rasa kepedulian sosial para anggota Pramuka,
lebih-lebih para generasi muda. Mengingat bahwa generasi muda adalah harapan
kelangsungan hidup bangsa. “Apa jadinya jika generasi muda kita tidak punya
kepedulian sosial? Maka pada kesempatan ini saya menghimbau kepada adik-adik
Pramuli khususnya dari Kwarran Tawangharjo untuk bisa bisa belajar dari apa
yang telah dilakukan oleh kakak-kakak pengurus Kwarran Penawangan ini. Tidak
masalah kita jauh-jauh dari Tawangharjo ke Penawangan, kita niati untuk
belajar. Seperti pepatah jawa njajah desa
milang kori ” tutup Umar, ketua Pramuka Peduli Tawangharjo.SNW
Penulis : Septi Nandi Wibowo
Gambar : Budi Santoso
Copyright : Humas Kwarran Tawangharjo






0 comments:
Post a Comment