Pramuka

  • UPACARA PEMBUKAAN LCTP

    Upacara Pembukaan lomba LCTP kwartir ranting 11 15 08 Tawangharjo yg di selenggarakan di MA Nuril Huda Tarub. Acara di buka secara Resmi oleh Kak. Mudjiono, S.Pd.MM.selaku ka.kwarran, Upacara di Hadiri semua Ka. Mabigus sekecamatan Tawangharjo, Danramil Tawangharjo dan Kapolsek Tawangharjo.

  • HASIL LCTP KWARAN 11 15 08 TAWANGHARJO

    Hasil Kejuaraan Lomba LCTP Kwartir Ranting 11 15 08 Tawangharjo Tanggal 16 Oktober 2016 Di MA Nuril Huda Tarub.

  • PEMBINAAN DAN PEMBEKALAN CALON PESERTA LOMBA LCT

    Pembinaan dan pembekalan calon peserta lomba LCT Pramuka tingkat kab.Grobogan oleh kak Mudjiono S.Pd.MM di dampingi beberapa andalan ranting Tawangharjo, yang akan di selenggarakan besok hari Minggu tgl 23 Oktober 2016 di SMPN 3 PURWODADI

  • HASIL LCTP DAN LOMBA ADMINISTRASI KWARAN TAWANGHARJO

    Penerimaan trofi dan piala lomba administrasi KWARAN 11.15.08 Tawangharjo di SMP Negeri 3 Purwodadi tanggal 23 Oktober 2016 dimana KWARAN 11.15.08 Tawangharjo meraih Juara 2 abdimashumas dan Juara 1 Binamuda

  • Pramuka Direncanakan Masuk Pelajaran Formal

    Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan pihaknya sedang menggodok rencana memasukan Gerakan Pramuka yang semula sebagai kegiatan tambahan di luar jam sekolah untuk selanjutnya masuk jam pelajaran formal.

Friday, 30 December 2016

TANAMKAN NILAI DARMA PRAMUKA, MA SUNNIYAH SELO ADAKAN PCT DI GEDONG SONGO
PCT MA Sunniyah Selo

Kab. Semarang- Kesibukan tampak menggeliat di Bumi Perkemahan (Buper) Candi Gedong Songo, Ungaran, Semarang, pada Sabtu pagi (24/12). Di sana sedang diadakan perkemahan penerimaan calon tegak (PCT) dari ambalan Ki Ageng Selo dan Nyi Ageng Kunir dari pangkalan MA Sunniyah Selo, Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan. Perkemahan ini dilaksanakan selama 3 hari 2 malam, yaitu pada tanggal 24-26 Desesmber 2016.

PCT ini diadakan sebagai sarana persiapan dan pendidikan bagi adik-adik tamu ambalan untuk menuju ke tingkatan selanjutnya, yaitu anggota ambalan. Sedikitnya ada 65 peserta perkemahan yang masih berstatus sebagai tamu ambalan, sebab mereka masih duduk di bangku kelas X MA Sunniyah Selo. Dari 65 orang tersebut, 10 orang di antaranya adalah siswa laki-laki, sedangkan sisanya adalah siswa perempuan.

Kegiatan yang rutin di adakan setiap tahun oleh Gudep 08.063/08.080 pangkalan MA Sunniyyah Selo, Tawangharjo ini pun mengandung nilai istimewa, sebab diadakan di luar lingkup sekolah. Hal ini dimaksudkan agar para siswa kelas X tidak hanya melakukan kegiatan perkemahan, tetapi sekaligus belajar menikmati dan mensyukuri keindahan alam ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, sebagai salah satu bentuk pengamalan dasa darma yang kedua, yaitu cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.

Saat ditemui oleh Tim Hummas Kwarran Tawangharjo di lokasi perkemahan, Musta’in, Ka Gudep putra MA Sunniyyah Selo, menuturkan jika pelaksanaan kegiatan ini terhitung lancar dan tertib. Meskipun pihaknya tidak menampik jika cuaca pegunungan yang dingin membuat beberapa peserta mengalami gangguan kesehatan, namun hingga kini permasalahan tersebut masih bisa diatasi.

Kegiatan Penjelajahan dan pengenalan candi-candi - MA Sunniyah Selo
“Ya, meskipun ada beberapa orang yang tidak tahan dengan udara dingin di sini, namun kami tetap berharap kegiatan bisa berjalan dengan lancar, sehingga melahirkan insan-insan pramuka yang berkarakter. Karakter yang dimaksud adalah yang sesuai dengan satya dan darma pramuka, mengingat sasaran pendidikan pramuka adalah generasi-generasi muda yang akan menjadi penerus bangsa,” tuturnya.

Pelaksanaan kegiatan PCT di Gedong Songo ini ternyata direspon dengan optimisme dan antusiasme peserta yang seolah tidak terganggu dengan cuaca pegunungan. Seperti yang diungkapkan oleh salah satu peserta PCT, Alfian Hikamul Abid, atau yang akrab disambut dengan Alfian.

“Kegiatan ini tetap menarik walau harus sering bergelut dengan hawa dingin. Di sini kami belajar untuk hidup mandiri, kerjasama, dan disiplin selama 3 hari, namun tetap dikemas dalam acara-acara dan kegiatan yang menarik. Saya harap teman-teman lain juga merasakan hal yang sama, bahkan termotivasi untuk terus berkecimpung di dunia kepramukaan sampai penegak dan menjadi anggota ambalan,” ujarnya mengakhiri sesi wawancara. –SNW, KWK



Peliput             : Septi Nandi Wibowo
Tenulis             : Kharissa Widya Kresna
Gambar           :  Musta'in
Copyright        : Hummas Kwarran Tawangharjo



Share:

Wednesday, 28 December 2016

GELAR PENGEMBARAAN LAKSANA, DEWAN AMBALAN MA NURIL HUDA BERJALAN KAKI SEJAUH 40 KM

Kegiatan pengembaraan Tawangharjo - Bandengan Jepara
MA NURRIL HUDA TARUB
Grobogan-Sedikitnya ada 16 orang Dewan Ambalan MA Nuril Huda Tarub yang mengikuti pengembaraan pada hari Minggu (25/12). Pengembaraan sendiri dilakukan dalam rangka menyelesaikan salah satu Syarat Kecakapan Umum(SKU) dalam penegak laksana. Keenambelas orang dewan ambalan yang mengikuti pengembaraan ini merupakan anggota yang telah menyelesaikan  SKU penegak bantara sebelumnya.

Untuk menyelesaikan SKU, para anggota dewan ambalan diharuskan untuk berjalan kaki sejauh 90 km dari pangkalan mereka di MA Nuril Huda, Tarub, Grobogan, hingga pantai Bandengan, Jepara. Pantai Bandengan dipilih sebagai tujuan akhir pengembaraan karena Jepara merupakan tempat lahir R.A Kartini, pahlawan yang menjadi simbol Ambalan Putri MA Nuril Huda Tarub. Dengan mempertimbangkan hal tersebut, panitia berharap para dewan ambalan bisa lebih mengenal dan meneladani sikap dan perjuangan R.A Kartini.
MA NURRIL HUDA TARUB
Selain untuk menyelesaikan SKU, pengembaraan ini juga bertujuan untuk menanamkan rasa tanggung jawab dan kebersamaan antar anggota dewan ambalan. Saat ditemui di tengah perjalanan, Pembina Pramuka MA Nuril Huda, M. Lutfi Ali, menyatakan jika pihaknya telah menyiapkan tugas-tugas dan game-game yang nantinya akan digunakan untuk membakar semangat para dewan ambalan selama perjalanan.

“Pengembaraan ini bukan soal berjalan kaki sejauh puluhan kilometer saja. Namun kami juga telah menyiapkan tugas-tugas kemasyarakatan seperti membantu penduduk sekitar. Selain itu, kami juga memberikan game-game spontan dan tidak terduga yang bisa membakar semangat mereka,” tuturnya.

Kegiatan Bakti sosial di sekitar pantai Bandengan
MA Nurril Huda Tarub
Permainan yang disiapkan oleh panitia ternyata mendapat respon yang positif dari peserta pengembaraan. Ditemui di lokasi yang sama, salah satu perserta pengembaraan, Choirotus Anifah, menceritakan kesan-kesannya selama mengikuti pengembaraan.

“Kegiatan ini seru, walaupun cukup melelahkan. Tetapi banyak hal istimewa yang kami dapatkan, salah satunya adalah kebersamaan kami dalam menghadapi apapun yang terjadi selama pengembaraan dilakukan,” jelas Anifah. Hal senada juga dilontarkan oleh Nurrochman Mulyana.

“Semangat para peserta pengembaraan inilah yang menjadikan kegiatan pengembaraan ini terasa istimewa. Mereka tetap tersenyum dan bersemangat seolah mereka hanya berjalan biasa (bukan dalam jarak yang jauh.red) tanpa menghiraukan seberapa jauh jarak yang harus mereka tempuh.”

Tidak ada kendala berarti yang terjadi selama pengembaraan dilakukan. Hal ini dikarenakan adanya kerjasama dan dukungan dari para alumni MA Nuril Huda yang juga turut serta dalam pelaksanaan kegiatan pengembaraan ini. Lebih lanjut, pihak pembina MA Nuril Huda Tarub berharap jika kegiatan pengembaraan ini tidak hanya sekedar formalitas dalam menjalankan acara rutin tahunan, melainkan bisa menjadi sarana menanamkan kepribadian yang bertanggungjawab serta disiplin dalam melakukan apapun. – BS

Peliput dan Gambar    : Budi Santoso
Penulis                         : Kharissa Widya Kresna
Copyright                    : Humas Kwarran Tawangharjo 2016
Share:

Monday, 26 December 2016

MENENGOK PERSAMI DI KWARRAN TAWANGHARJO: RASA CINTA PRAMUKA HARUS DITANAMKAN KEPADA SEMUA SISWA

Grobogan-Pada hari Sabtu dan Minggu, 17-18 Desember 2016, ada dua kegiatan Perkemahan Sabtu Minggu (PERSAMI) yang diadakan di wilayah Kwarran Tawangharjo. Kedua kegiatan Persami tersebut diadakan oleh MI 2 Suniyah Selo dan SMP Negeri 1 Tawangharjo. Di saat sebagian besar siswa lain sedang merayakan euforia liburan semester, kedua sekolah ini memilih untuk mengajak siswa-siswanya untuk lebih mengenal dan mencintai dunia pramuka.
Perntas Seni Malam Persami MI 2 Sunniyah Selo

Ada hal yang unik dalam pelaksanaan Persami di kedua sekolah ini. Di MI 2 Suniyah Selo misalnya, sebagai agenda tahunan sekolah, umumnya kegiatan Persami akan diadakan setelah kenaikan kelas, namun kali ini kegiatan ini dilakukan pada akhir semester ganjil. Hal ini diutarakan oleh Aris, Pembina MI 2 Suniyah Selo.

“Biasanya kami akan menggelar acara Persami pada libur kenaikan kelas atau semester genap. Namun kali ini kami laksanakan pada masa libur semester ganjil atas inisiatif dari anak-anak sendiri. Kami cukup bangga dengan semangat dan rasa ingin tahu anak-anak kepada pramuka, sehingga kami memutuskan untuk menyetujui ide anak-anak,” jelasnya. Kegiatan Persami yang dilakukan pun dimeriahkan dengan acara pentas seni (pensi) dari kreatifitas siswa MI 2 Suniyah Selo. Ternyata kegiatan Persami ini cukup menarik antusias dan perhatian warga. Hal ini bisa dilihat dari kedatangan warga untuk menyaksikan pensi yang mereka gelar.
Pentas Seni SMP Negeri 1 Tawangharjo

Berbeda dengan Persami yang diadakan oleh MI 2 Suniyah Selo, Persami yang diadakan oleh pangkalan SMP Negeri 1 Tawangharjo terkesan lebih tenang dan syahdu. Anggota dewan galang bersama adik-adik tingkatnya menyulap halaman kelas menjadi sebuah altar berhiaskan lilin-lilin yang diletakkan mengelilingi halaman. Suasana setelah hujan yang sejuk dan pemadaman listrik menambah kesan syahdu pada Persami mereka. Namun alih-alih menyurutkan minat mereka, suasana dingin dan gelap yang terjadi justru memotivasi mereka untuk membuat acara menjadi lebih menarik dari biasanya.

Kumarlin, Pembina Pramuka SMP Negeri 1 Tawangharjo, menyatakan jika antusiasme anak didiknya dalam mengikuti kegiatan Persami ini cukup tinggi.

“Kami sengaja membuat kegiatan ini untuk menumbuhkan rasa kekeluargaan dalam diri mereka. Sehingga mereka bisa lebih percaya diri dan berani untuk menunjukkan potensinya. Selain itu, kami ingin agar mereka menjadi generasi yang lebih disiplin, sehingga liburan mereka lebih bermakna daripada sekedar pergi jalan-jalan,” jelasnya kepada Tim Support Humas Kwarran Tawangharjo saat ditemui di lokasi kegiatan.

Hal senada diungkapkan pula oleh Wildan Akbar Alfiansyah, atau yang akrab disapa Wildan, Pratama Pa Pangkalan SMP Negeri 1 Tawangharjo. Menurutnya, selain dalam rangka pelaksanaan serah terima jabatan Dewan Galang, Persami ini bertujuan untuk memanfaatkan waktu liburan. Dengan begitu harapannya adik-adik tingkat bisa melanjutkan semangat serta rasa cinta kepada pramuka, sehingga bisa meneruskan kegiatan yang Dewan Galang sebelumnya.

“Rasanya berat untuk vakum dari kegiatan pramuka, namun karena di awal semester genap nanti kami (Dewan Galang kelas 9-red) sudah akan disibukkan dengan persiapan ujian, maka kami berharap adik-adik bisa meneruskan kegiatan ini,” tutupnya. –ES, KWK


Peliput                                    : Esti Saroh
Naskah dan Penyunting     : Kharissa Widya Kresna
Dokumentasi                        : Budi Santoso

Copyright                              : Humas Kwarran Tawangharjo 2016.
Share:

Tuesday, 20 December 2016

Turut Beri Dukungan, Andalan Ranting Kwarran Tawangharjo Sambangi Peserta Kemah Kebangsaan dan Gladi Widya Cabang 2016

Grobogan-Sejak Senin pagi (19/12) Desa Tambirejo Kecamatan Toroh Kabupaten Grobogan tampak mulai dipadati oleh siswa-siswi SMA dan sederajat yang akan mengikuti Kemah Kebangsaan dan Gladi Widya Cabang 2016. Kegiatan yang dilaksanakan oleh Kwarcab Grobogan ini dilaksanakan selama tiga hari, terhitung sejak Senin, 19 Desember 2016 hingga Rabu, 21 Desember 2016. Acara ini terhitung cukup besar, sebab diikuti oleh sedikitnya 27 kontingen yang datang dari seluruh wilayah di Kabupaten Grobogan.

Dari 27 kontingen yang berpartisipasi dalam acara, Kwarran Tawangharjo mengirimkan 3 perwakilannya untuk turut meramaikan kegiatan. Ketiga tim tersebut berasal dari Pangkalan Ponpes Al-Hidayah, MA Nuril Huda Tarub, dan MA Sunniyah Selo. Hasilnya tidak bisa dibilang mengecewakan. Dalam laga Pramuka Pintar, misalnya, Ponpes Al-Hidayah berhasil menyabet posisi pertama untuk golongan penegak Pa. Seolah tidak mau kalah, MA Nuril Huda Tarub turut menyumbangkan posisi pertama dan kedua untuk cabang yang sama.
Kontingen Kec.Tawangharjo

Setelah mendengar kabar tersebut, Andalan Kwarrtir Ranting 11 15 08 Tawangharjo segera meluncur ke lokasi kegiatan untuk memberikan apresiasi atas keberhasilan sekaligus memberikan dukungan kepada para peserta perwakilan dari Kwarran Tawangharjo, agar tetap mempertahankan semangatnya hingga kemah kebangsaan dan gladi widya cabang 2016 berakhir. Mereka berharap Kwarran Tawangharjo terus berusaha secara maksimal untuk acara ini.

“Kami sangat mengapresiasi keberhasilan adik-adik dari Kwarran Tawangharjo. Mereka sudah membawa nama baik Kwarran Tawangharjo, sehingga mereka layak untuk terus diberi penghargaan. Harapan kami, mereka bisa terus mengusahakan yang terbaik hingga acara selesai. Kalaupun ada gelar juara yang diraih, itu bonus untuk kerja keras mereka,” tutur Wibisono (Waka bidang Abdimas Humas), salah satu perwakilan Andalan Ranting  Kwarran Tawangharjo.



Ditemui di lokasi homestay, Muhammad Lutfi Ali, pembina pramuka pangkalan MA Nuril Huda Tarub menyatakan jika hingga pada Selasa siang (20/12) berjalan dengan lancar. Meskipun ada beberapa kendala yang terjadi saat melakukan kegiatan penjelajahan, namun hal itu bisa segera di atasi.

“Hingga hari ini acara berlangsung dengan lancar, dan adik-adik peserta melakukannya dengan baik. Meski sempat terkendala hujan dan menyebabkan miskomunikasi sehingga kami (kontingen MA Nuril Huda-red) melewatkan  pos semaphore saat penjelajahan, namun permasalahan ini bisa diselesaikan secara fair setelah berkonsultasi dengan pihak panitia. Kami tidak terancam didiskualifikasi, sebab panitia terbuka dan mau menerima penjelasan yang kami utarakan,” jelasnya. Lebih lanjut, dirinya menuturkan bahwa semangat dan antusiasme adik-adik peserta masih sangat tinggi meskipun kegiatan mereka sempat diwarnai dengan hujan deras selama semalaman.

Hal senada dilontarkan oleh salah seorang peserta kegiatan penjelajahan dari kontingan MA Sunniyah Selo. Dirinya menuturkan bahwa kegiatan yang dilakukan cukup menantang dan menyenangkan, terutama saat kegiatan penjelajahan.


“Selama penjelajahan kami dituntut untuk tetap melakukan apa yang perlu dilakukan, tidak peduli jika harus kotor karena berkutat dengan lumpur dan tanah. Kami semua diajarkan pengalaman yang baru, tidak hanya oleh kepramukaan tetapi juga oleh pihak-pihak yang terlibat. Misalnya pada penjelajahan ini, Meskipun pulang dengan seragam yang penuh lumpur karena dijahili oleh kakak-kakak dari TNI Grobogan, kami senang karena kegiatan ini ternyata cukup menantang dan tidak seseram yang dibayangkan,” pungkasnya. -KWK


Peliput             : Kharissa Widya Kresna
Dokumentasi   : Budi Santoso
Copyright        : Humas Kwarran Tawangharjo

Share:

Thursday, 1 December 2016

BERKOMPETISI DI LCTP, DEMAK BORONG GELAR JUARA.

PELAKSANAAN LCT PRAMUKA
Demak- Tepat pada hari Sabtu, 26 November 2016, Lomba Cepat Tepat Pramuka (LCTP) Binwil Semarang secara resmi dibuka. Kegiatan LTCP dilaksanakan di SMK Negeri 2 Demak, dan dimulai tepat pada pukul 08.00 WIB. Sedikitnya ada 6 Kwarcab yang turut meramaikan LCTP ini, yaitu: Salatiga, Kendal, Kota Semarang, Kab. Semarang, Demak dan Grobogan. Perlombaan yang diadakan pun sangat beragam, mulai dari lomba untuk Tingkat Siaga, Penggalang dan hingga tingkat Penegak.
Sistem perlombaan diawali dengan pengundian peserta, dilanjutkan babak pertanyaan wajib, lemparan dan rebutan, sebelum akhirnya pemenang dengan skor tertinggi akan maju ke babak Final. Masing-masing babak berisi sepuluh pertanyaan yang harus dijawab oleh para peserta lomba. Pertanyaan-pertanyaan tersebut merupakan gabungan dari soal-soal yang telah dikirimkan oleh keenam Kwarcab.
Menurut keterangan A’mal, ketua Panitia LCTP, seluruh Kwarcab akan diberi Plakat sebagai kenang-kenangan atas keikutsertaanya dalam LCTP. Lebih lanjut, A’mal menyampaikan jika dengan diadakannya LCTP ini pihaknya ingin memberdayakan Sumber Daya Manusia (SDM) terutama di bidang Kepramukaan.
“Kami hanya ingin memberdayakan Sumber Daya Manusia (SDM) terbaik dari seluruh Kwarcab sehingga mampu menjadi pioner untuk dunia Kepramukaan. Harapannya kegiatan seperti ini akan selalu ada, sehingga para bibit-bibit baru yang cinta pada Pramuka bisa menemukan wadah untuk mengasah kemampuannya dalam berkompetisi sekaligus bersosialisasi dengan lingkungan di luar lingkungannya sehari-hari,” tuturnya saat dimintai keterangan oleh Team Support Kwarran Tawangharjo.
Antusiasme peserta membuat perlombaaan dalam LCTP berlangsung seru, terutama di pertandingan  terakhir Tingkat Penegak Putri. Dalam perlombaan ini, terjadi kejar mengejar point antara Penegak Putri perwakilan Kwarcab Demak dan Kwarcab Grobogan. Hasil pertandingan tersebut dimenangkan oleh Kwarcab Demak, sehingga secara otomatis menempatkan Kwarcab Grobogan di tempat kedua. Selisih point atara kedua tim cukup telak, yaitu empat ratus point. Namun, bagi sebagian peserta, ada hal yang jauh lebih berharga untuk dipelajari walaupun tidak mendapatkan juara. Suasana haru pun mulai terasa ketika di akhir lomba ada beberapa peseta yang menangis haru atas perjuangan yang telah dilalui dan apa yang telah mereka raih.
Hasil akhir LCTP secara keseluruhan menunjuk Kwarcab Demak sebagai juara, dengan perolehan Juara Satu baik Tingkat Siaga, Penggalang dan Penegak baik putra maupun putri. Menurut beberapa pendamping dari Kwarcab Demak, persiapan sudah dilakukan jauh-jauh hari sebelum hari H. Bahkan, ada salah satu sekolah yang secara khusus mengkarantina perwakilan mereka selama satu minggu untuk menghadapi lomba tersebut. Hasil pun tidak mengkhianati usaha. Pada hari perlombaan, hampir semua pertanyaan dapat dijawab dengan mudah dan mendapatkan nilai nyaris sempurna.
Sedangkan untuk Kwarcab Grobogan sendiri berhasil meraih Juara Dua Tingkat Penegak baik putra maupun putri dan Juara Tiga Tingkat Penggalang Putra. Menurut salah satu peserta dari Grobogan, Latifatul, persiapan sudah dilakukan walaupun masih kurang optimal.
TEAM SUPPORT TAWANGHARJO
“Saya berusaha memberikan yang terbaik sehingga bisa mendapatkan yang terbaik pula. Meskipun saya pribadi merasa jika persiapan yang kami lakukan masih sediki kurang maksimal,” tuturnya sebelum pertandingan. Terlepas dari hasil perlombaan, kekompakan dan support yang diberikan kepada para peserta dari Kwarcab Grobogan juga menarik perhatian dalam lomba tersebut. Salah satu anggota Team Support Kwarran Tawangharjo, Budi Santoso, menuturkan bahwa Team Support sengaja datang untuk memberikan semangat kepada para peserta lomba.
“Kami hanya ingin menunjukkan jika kami selalu memberikan dukungan yang terbaik yang kami bisa. Kami berharap dengan kehadiran team support dari Kwarran Tawangharjo ini bisa menambah semangat para peserta perwakilan dari Kwarcab Grobogan,” jelasnya. – SNW, KWK
  

Peliput             : Septi Nandi Wibowo
Editor              : Kharissa Widya Kresna
Dokumentasi   : Estisa
Copyright        : Humas Kwarran Tawangharjo

Share:

VIDEO PRAMUKA

Powered by Blogger.