Pramuka

  • UPACARA PEMBUKAAN LCTP

    Upacara Pembukaan lomba LCTP kwartir ranting 11 15 08 Tawangharjo yg di selenggarakan di MA Nuril Huda Tarub. Acara di buka secara Resmi oleh Kak. Mudjiono, S.Pd.MM.selaku ka.kwarran, Upacara di Hadiri semua Ka. Mabigus sekecamatan Tawangharjo, Danramil Tawangharjo dan Kapolsek Tawangharjo.

  • HASIL LCTP KWARAN 11 15 08 TAWANGHARJO

    Hasil Kejuaraan Lomba LCTP Kwartir Ranting 11 15 08 Tawangharjo Tanggal 16 Oktober 2016 Di MA Nuril Huda Tarub.

  • PEMBINAAN DAN PEMBEKALAN CALON PESERTA LOMBA LCT

    Pembinaan dan pembekalan calon peserta lomba LCT Pramuka tingkat kab.Grobogan oleh kak Mudjiono S.Pd.MM di dampingi beberapa andalan ranting Tawangharjo, yang akan di selenggarakan besok hari Minggu tgl 23 Oktober 2016 di SMPN 3 PURWODADI

  • HASIL LCTP DAN LOMBA ADMINISTRASI KWARAN TAWANGHARJO

    Penerimaan trofi dan piala lomba administrasi KWARAN 11.15.08 Tawangharjo di SMP Negeri 3 Purwodadi tanggal 23 Oktober 2016 dimana KWARAN 11.15.08 Tawangharjo meraih Juara 2 abdimashumas dan Juara 1 Binamuda

  • Pramuka Direncanakan Masuk Pelajaran Formal

    Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan pihaknya sedang menggodok rencana memasukan Gerakan Pramuka yang semula sebagai kegiatan tambahan di luar jam sekolah untuk selanjutnya masuk jam pelajaran formal.

Saturday, 14 October 2017

Njajah desa milang kori”, Anggota Pramuli Tawangharjo Bantu Bedah Rumah di Penawangan

Penawangan-Suasana gotong-royong  nampak di salah satu kediaman warga desa Winong-Penawangan kabupaten Grobogan. Sedikitnya sepuluh anggota Pramuli (Pramuka Peduli-red) dari Kwarran Tawangharjo turut membantu kegiatan bedah rumah milik Siti Riyanti yang diprakarsai oleh Kwartir Ranting Penawangan. Dalam kegiatan ini selain diprakarsai oleh Kwartir ranting Penawangan juga turut dibantu oleh Ikatan Alumni SPG 84 Purwodadi dalam hal pendanaan.
Kegiatan ini bermula dari usulan salah seorang anggota pengurus Kwarran Penawangan yang berdomisili di dekat rumah Siti Riyanti. Sukini menerangkan bahwa sebelum dibedah kondisi rumah ibu satu anak di desa Winong ini sangatlah memprihatinkan sehingga sangatlah perlu untuk dibantu dalam hal renovasi. “Sebelum dibedah kondisi rumah bu Siti sangatlah memprihatinkan, lebih-lebih pasca kerubuhan pohon belakang rumah saat hujan kemarin, rumahnya nyaris ambruk. Disamping itu bu Siti termasuk kurang mampu dalam hal ekonomi dan suaminya telah meninggal, sehingga sangat perlu untuk dibantu”, ungkap Sukini.
Dalam pelaksanaannya renovasi total yang dimulai dari Jum’at pagi (13/10/2017) dan selesai pada sore harinya ini ditangani langsung oleh sedikitnya 10 orang anggota pengurus Kwarran Penawangan dan dibantu oleh anggota Pramuli Tawangharjo bersama beberapa warga sekitar. Ketika ditemui di lapangan, Suparjo salah seorang anggota pengurus Kwarran Penawangan bagian Bina Muda mengatakan bahwa pihaknya bersama anggota pengurus Kwarran yang lain sangatlah merasa empati ketika mendengar kabar tersebut.Dan akhirnya disepakati oleh semua pengurus Kwarran Penawangan yang sebagian besar anggotannya adalah guru dan kepala sekolah untuk melakukan penggalangan dana guna membedah rumah Siti Riyanti ini.
“Sebenarnya bedah rumah ini bukan termasuk program kerja Kwarran, namun ini adalah praktek nyata bahwa Pramuka itu tidak hanya nyanyi-nyanyi dan tepuk-tepuk saja, tapi Pramuka adalah wadah pendidikan dan sarana membaktikan diri untuk masyarakat luas, termasuk membantu renovasi rumah bu Siti ini. Semoga kegiatan ini bisa memberikan manfaat nantinya” tutur Suparjo.
Foto bersama setelah selesai kegiatan bedah rumah jumat 13/10/2017
Pemilik rumah, Siti Riyanti mengaku sangatlah bahagia dan bersyukur ketika rumahnya dibedah. Karena sebelum dibedah total sebenarnya Siti Riyanti telah mencoba merenovasi sebagian kecil rumah kecilnya itu, khususnya pasca tertimpa pohon. Namun tetap saja tidak layak huni karena memang struktur rumahnya sudah tua dan lapuk. “Saya sangatlah bersyukur dan berterimaksaih kepada semua pihak yang telah mau membantu untuk merenovasi rumah saya. Karena memang bisa dikatakan rumah saya sudah tidak layak huni, lebih-lebih setelah tertimpa pohon saat hujan beberapa waktu yang lalu” tutur Siti Riyanti.
Sama halnya dengananggota pengurus Kwarran Penawangan, anggota Pramuli Tawangharjo juga merasa empati atas keadaan Siti Riyanti. Pramuli yang sebagian besar anggotanya adalah siswa-siswi Madrasah Aliyah ini mengaku merasa terketuk hatinya, sehingga langsung turun tangan ketika diberi komando untuk membantu. “Dalam Pramuka kita diajarkan untuk tolong-menolong dengan sesama, lebih-lebih kepada yang memerlukan bantuan. Maka sudah kewajiban kami untuk mempraktekkannya” ungkap Dian, salah seorang Pramuli asal MA Nuril Huda Tarub yang turut membantu.
Disamping itu ketika ditemui di lapangan, Ketua Pramuka Peduli Tawangharjo, Umar menjelaskan bahwa kegiatan semacam ini sangatlah bermanfaat, selain bisa membantu sesama juga akan melatih rasa kepedulian sosial para anggota Pramuka, lebih-lebih para generasi muda. Mengingat bahwa generasi muda adalah harapan kelangsungan hidup bangsa. “Apa jadinya jika generasi muda kita tidak punya kepedulian sosial? Maka pada kesempatan ini saya menghimbau kepada adik-adik Pramuli khususnya dari Kwarran Tawangharjo untuk bisa bisa belajar dari apa yang telah dilakukan oleh kakak-kakak pengurus Kwarran Penawangan ini. Tidak masalah kita jauh-jauh dari Tawangharjo ke Penawangan, kita niati untuk belajar. Seperti pepatah jawa njajah desa milang kori ” tutup Umar, ketua Pramuka Peduli Tawangharjo.SNW
Penulis             : Septi Nandi Wibowo
Gambar           : Budi Santoso
Copyright        : Humas Kwarran Tawangharjo


Share:

VIDEO PRAMUKA

Powered by Blogger.